Hukum & Kriminal

Anggota Dewan Nasdem Gresik Mahmud Belum Dieksekusi

Foto ilustrasi

Gresik (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik belum mengeksekusi anggota Dewan Gresik asal Partai Nasdem Mahmud. Mantan kepala desa (Kades) Banyuwangi itu, divonis satu penjara karena terbukti melakukan penggelapan jual beli tanah.

Mahmud yang sudah diputus terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah masih sempat terlihat mengikuti rapat dewan Senin (29/6) lalu.

Sebelumnya, Mahmud melakukan banding dan dinyatakan bebas. Akhirnya pihak Kejari Gresik mengajukan permohonan kasasi ke MA dan permohonan tersebut akhirnya dikabulkan hakim kasasi. Mahmud divonis bersalah dan dihukum satu tahun penjara.

Petikan salinan putusan MA sebenarnya sudah dirilis sejak akhir Mei lalu. Namun sampai hari ini Kamis (2/7) Mahmud masih berada di luar penjara. Sehingga banyak pertanyaan yang bermunculan, kenapa terpidana satu tahun penjara itu masih belum juga ditahan.

Menanggapi hal ini, Kasi Pidum Kejari Gresik Edrus mengatakan pihaknya mengaku belum bisa melakukan tindakan pemanggilan ataupun penjemputan terhadap Mahmud.

“Kemarin mau kami eksekusi, tapi masih ada kesalahan dalam salinan putusan MA yang kami terima ada kesalahan di jenis kelamin perlu diralat, karena putusan kasasi di lembar pertama dilihat identitasnya, yang tertulis Jenis kelamin perempuan, pihaknya belum bisa melakukan tindak lanjut dan berkordinasi dengan PN Gresik,” ujarnya.

Ia menambahkan, berkas-berkas yang diperlukan untuk pemanggilan ataupun penjemputan terhadap terpidana sudah disiapkan.

“Kami juga sudah sudah berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri Gresik untuk mengajukan permohonan ralat. Agar bisa segera melakukan proses hukum,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Edrus, adanya pandemi Covid-19, pihaknya juga menerapkan protocol kesehatan dan menggunakan hasil rapid test sebagai acuan sebelum dilakukan penahanan. Sehingga nantinya sebelum dimasukkan ke dalam Rutan, Mahmud harus melakukan rapid test terlebih dahulu.

“Intinya masih menunggu ralat dari MA,” ungkapnya.

Sementara, Humas PN Gresik Herdiyanto Sutantyo membenarkan adanya kesalahan tersebut. Pihaknya mengaku sudah mengirim permohonan ralat yang ditujukan kepada MA.

“Iya ada kesalahan penulisan di bagian identitas, jenis kelamin. Mengenai keredaksiannya yang lain sudah sesuai dan kami sudah kirimkan lagi surat petikanya ke MA dan berkordinasi untuk perbaikannya,” pungkasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar