Hukum & Kriminal

Anggota Ansor Gresik Jadi Korban Pengeroyokan Geng Motor

Gresik (beritajatim.com)- Pengurus Cabang GP Ansor Gresik meminta polisi segera menindak dengan tegas kasus pengeroyokan yang melibatkan geng motor terhadap anggotanya, Fathur Roziqin (22), warga asal Jalan Usman Sadar 8C/23 Gresik.

Akibat kejadian itu, Fathur Roziqin mengalami luka serius di sekujur badan. Punggungnya biru, bekas disabet rantai berulang kali saat dikeroyok gerombolan tidak dikenal di Jalan Panglima Sudirman Gresik.

“Saat itu saya habis ngopi mau pulang, tapi sudah dicegat di pertigaan Jalan Panglima Sudirman, langsung dikepung oleh gerombolan belasan orang yang mengendarai sepeda motor,” ujarnya, Sabtu (21/03/2020).

Fathur menceritakan, sebelum dianiaya, dia bersama dua temannya yang sama-sama mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba saat berpapasan, diteriaki ‘Komprang Sikat’. Padahal, dirinya dan temannya tidak mengerti. Sewaktu dikepung, kedua rekannya, berusaha kabur namun kedua tangannya dipegangi agar tidak bisa kabur. Dalam hitungan menit, mereka dipukuli namun bisa melarikan diri.

“Dua temannya berhasil kabur tapi saya malah terkepung lalu dipukuli sambil ditanya berasal dari perguruan mana. Karena tidak menjawab, tubuh saya dihantam paving secara membabi buta oleh gerombolan tersebut. Kepala dipukul dengan paving. Sehingga kepala dan tangan saya mengalami luka-luka,” ujarnya.

Selain itu, barang-barang miliknya juga raib dibawa kabur pelaku. Mulai dari handphone, tas dan dompet. Kasatreskrim Polres Gresik AKP Panji P.Wijaya membenarkan adanya kasus pengeroyokan tersebut. “Iya Mas, kami masih melakukan analisa petunjuk-petunjuk yang ada untuk dapat mengidentifikasi pelaku,” tuturnya.

Secara terpisah, Ketua PC GP Ansor Gresik Agus Junaidi Hamzah menyatakan dirinya meminta aparat kepolisian segera menangkap pelaku pengeroyokan. Pasalnya, kejadian tersebut ada di dalam kota. “Kami men-deadline kasus ini ke aparat kepolisian 3√ó24 jam. Jika tidak kami akan turun sendiri ke lapangan. Sebab, berdasarkan analisa Ansor. Kasus ini tidak hanya sekali ini saja,” tegasnya. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar