Hukum & Kriminal

Anggota Ansor, Fatayat, dan Banser Demo di Polres Kediri

Kediri (beritajatim.com) – Puluhan anggota Fatayat NU, Ansor dan Banser di Kabupaten Kediri berunjuk rasa di depan Markas Polresta Kediri. Mereka menuntut rekonstruksi ulang kasus pembunuhan anggota Fatayat NU asal Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Binti Nafiah.

Dalam orasinya, massa aksi menyatakan adanya kejanggalan dalam pengungkapan kasus pembunuhan Binti Nafiah. Selain merasa janggal, aksi ini juga merupakan wujud kekecewaan para demontrans terhadap hasil penyidikan polisi.

Pasalnya, saat ini berkas kasus sudah memasuki tahap satu atau dilimpahkan ke Kejaksaan, padahal belum pernah ada rekonstruksi.

Baca Juga:

    Sebagaimana diketahui, Binti Nafiah menjadi korban pembunuhan di rumahnya sendiri. Setelah satu tahun lebih, akhirnya polisi menetapkan sagtu orang tersangka dalam kasus itu.

    Namun, menurut Taufiq Dwi Kusuma, Kuasa Hukum dari LPBH NU Kabupaten Kediri terdapat kejanggalan dalam penetapan tersangka. Pasalnya dalam kasus tersebut, pihak keluarga korban tidak diberikan hasil visum, hingga tidak digelarnya rekontruksi dilokasi kejadian menjadi penyebab kekecewaan keluarga.

    “Permintaan massa hanya sederhana, yakni dilakukan rekonstruksi dilokasi kejadian. Karena jika penyidik sudah meyakini pelakunya, kenapa tidak dilakukan rekonstruksi di lokasi. Padahal dengan diadakan rekonstruksi, maka akan terlihat jelas siapa pelaku sebenarnya,” ujar Taufiq Dwi Kusuma, Jumat (18/7/2019).

    Dalam aksi unjuk rasa tersebut, massa mengadakan doa bersama untuk almarhum Binti Nafiah dan juga aparat kepolisian yang menangani kasus tersebut.

    Usai melakukan unjuk rasa didepan Mapolres Kediri, mas kemudian menggelar aksi serupa di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri. Mereka menuntut agar jaksa menolak pelimpahan berkas tahap pertama yang diberikan oleh penyidik polres. [nng/but]

    Apa Reaksi Anda?

    Komentar