Hukum & Kriminal

Ancaman Terorisme, Kapolresta Mojokerto: Kami Tetap Bekerja dan Melayani Masyarakat

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi saat apel pagi di halaman Mapolresta Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (Beritajatim.com) – Dalam rangka menyikapi situasi terkini terorisme, Kapolresta Mojokerto menekankan bahwa terkontraksinya aksi tersebut dimulai dari kepulangan Habib Muhammad Rizieq dan adanya pembubaran ormas FPI. Hal tersebut sesuai dengan penekanan Kapolri yang dibacakan saat apel di halaman Mapolresta Mojokerto.

“Berikutnya, penangkapan, penahanan serta proses hingga persidangan HRS dan terakhir preventif craig yang selama ini dilakukan oleh rekan-rekan Densus. Yaitu penangkapan beberapa jaringan kelompok teroris yang ada di tanah air, muncul kejadian yang di Makassar, aksi di Mabes Polri,” Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi, Jumat (2/4/2021).

Masih kata Kapolresta, dari sejumlah kasus tersebut sehingga menuntut semua personel untuk melaksanakan kegiatan pengamanan yang lebih ekstra tinggi dan hati-hati serta waspada. Yakni terhadap kemungkinan adanya aksi balas dendam yang ada sasarannya ke Mako atau personel yang sedang melaksanakan tugas di lapangan.

“Sehingga perlunya latihan Sispam Mako, untuk menggetarkan kembali, mengingat kembali, bagaimana cara bertindak ketika adanya seseorang yang akan melakukan kecurangan ataupun aksi ke Mako kita. Penekanan saya adalah pada saat kawan-kawan melaksanakan dinas di lapangan seperti Satuan Lalu-lintas kemudian Sat Sabhara yang berpakaian dinas, tidak ada lagi yang sendiri,” katanya.

Kapolresta berharap, ketika di satu titik seharusnya ada personel bisa diabaikan untuk bergabung dengan lainnya. Sehingga bisa menjadi dua personil atau tiga personil. Kapolresta memberi contoh, misal macet di satu titik tidak dijadikan masalah. Ini dilakukan lantaran Kapolresta tak ingin adanya personel Polresta Mojokerto menjadi korban.

“Pengetatan penjagaan Mako satuan, akan dipasang sensor baik di Mako maupun di polsek jajaran. Saat ini, sedang pelaksanaan kegiatan pengamanan Paskah, perencanaan, pengorganisasian sudah dilakukan, tinggal hari ini pelaksanaannya. Sejak kemarin sudah dilakukan pengamanan sehingga aktivitas hari Minggu yang menjadi pointer penekanan Bapak Kapolri maupun Bapak Kapolda,” ujarnya.

Kapolresta menambahkan, beberapa waktu lalu ada penangkapan pelaku teror yang ada di Jawa Timur. Dari sebanyak 22 orang, satu orang diantaranya ditangkap di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, namun domisili asli ada di Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Pihaknya berharap, orang-orang yang sudah menjadi sasaran monitoring Sat Intel tidak melaksanakan aksinya.

“Upaya sudah kita lakukan, berikhtiar untuk bisa terlindungi dari aksi penyerangan tersebut. Kita berdoa bersama semoga Allah SWT tetap memberikan perlindungan dan kekuatan kepada kita bersama. Personil diharapkan saat melaksanakan kegiatan pengamanan kegiatan gereja, saling melihat dan mewaspadai situasi. Karena jika lalai, akan berbahaya,” tegasnya. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar