Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Anaknya Dianiaya Bahar Smith, Ibunda Ryan Jombang Tak Terima

Ibunda Ryan Jombang, Siyatun (68), saat berada di rumahnya Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jumat (20/8/2021)

Jombang (beritajatim.com) – Siyatun (68) duduk di ruang tamu rumahnya, Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jawa Timur, Jumat (20/8/2021). Siatun adalah ibunda dari pembunuh berantai Veri Idham Heryansyah alias Ryan yang saat ini menjalani hukuman di rutan (rumah tahanan) Gunung Sindur Bogor.

Menganakan baju motif batik, Siatun berbicara panjang lebar tentang sang anak. Dia juga sudah mengetahui soal Ryan yang dipukul oleh Bahar Smith di rutan tersebut. Oleh sebab itu, Siatun tidak terima. Dia meminta agar proses hukum atas kasus tersebut diusut tuntas.

“Kalau soal uangnya diikhlaskan tidak apa-apa. Tapi kasus penganiayaan yang menimpa anak saya harus diusut tuntas,” kata Siyatun yang mengetahui kasus tersebut setelah diberi tahun pengacara Ryan, Kasman Sangaji, beberapa waktu lalu.

Rumah Siatun tidak banyak berubah, masih persis seperti pada 2008, yakni ketika kasus pembunuhan yang dilakukan anaknya terkuak. Namun tidak dengan Siatun. Pedagangan pakaian keliling ini sudah nampak menua. Kulitnya yang keriput semakin kentara.

Dia juga hidup hanya ditemani oleh sang cucu di rumah itu. Suaminya yang bernama Ahmad Sadikun meninggal beberapa tahun lalu. Saat Ahmad meninggal, Ryan berada di rutan Gunung Sindur Bogor. “Saya masih berdagang pakaian keliling,” ujar Siatun.

Ryan menjadi penghuni rutan Gunung Sindur karena kasusnya yang mencuat pada 2008. Kasus ini menyita perhatian publik. Reputasinya membuat bergidik. Betapa tidak, dalam satu tahun pria gemulai asal Dusun Maijo ini membantai 11 orang. Karuan saja, julukan pembunuh berantai dan jagal dari Jombang disematkan kepada Ryan.

Korban terakhirnya adalah Heri Santoso (40) dihabisi di Depok, Jawa Barat pada 11 Juli 2008. Jasadnya dimutilasi dan dibuang di Jalan Kebagusan, Ragunan, Jakarta Selatan. Sedangkan 10 korban lainnya dibantai dan dikubur di halaman belakang rumah orangtuanya, Ahmad Sadikun-Siyatun, di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Tembelang, Kabupaten Jombang. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar