Hukum & Kriminal

Anak Sebenarnya Sudah Menolak Hubungan Intim tapi Ayahnya Mengancam dan Memaksa

Lumajang (beritajatim.com) – Aksi bejat Slamet Haryanto (45) warga Dusun Pandansari Desa Tukum Kecamatan Tekung akhirnya berakhir di teralis besi Mapolres Lumajang. Dia tega menyetubuhi anak kandungnya Af (14) yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP sebanyak 4 kali.

Aksi bejat tersangka tersebut terbongkar, setelah korban menceritakan kelakuan bejat ayahnya itu kepada ibu kandungnya. Pelaku ditangkap saat pulang dari tempat bekerja di Surabaya.

“Tersangka kami tangkap di rumahnya tanpa ada perlawanan,” terang Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Masykur pada wartawan.

Informasi di unit PPA Mapolres Lumajang, Senin (31/8/2020), aksi bejat terebut pertama kali dilakukan pada bulan Juli 2020 lalu, jam 05.00 WIB. Pagi itu korban masih tidur di dalam kamarnya, kemudian pelaku langsung masuk ke dalam kamar korban kemudian tidur di samping korban.

Tak lama kemudian, pelaku memeluk korban sambil merayu untuk melakukan hubungan intim. Ketika itu, korban sempat menolak namun ayah kandungnya itu dengan beringas memaksa dan melarang korban untuk berteriak sambil mengancam tidak akan menafkahi dan membiayai sekolahnya.

“Korban diancam akan dipukul bila melaporkan aksi bejat ke ibunya maupun kepada orang lain,” terang Kanit PPA Polres Lumajang IPDA Irdani Isma S,E menirukan keterangan korban.

Ironisnya, pelaku telah melakukan perbuatan bejat tersebut kepada anak kandungnya sebanyak 4 kali di tempat yang sama. Yang terakhir kali terlapor melakukan persetubuhan dengan korban pada tangal 24 Agustus 2020,jam 23.30 di ruang tamu.

Aksi biadab sering dilakukan saat istri dan ketiga anaknya sedang tidur, pelaku memaksa korban untuk melayani nafsu bejatnya.

“Saat ini tesangka masih kami amankan guna proses lanjut. Selain itu, kami juga melakukan visum kepada korban. Tesangka jelas melanggar pasal 81 UURI No 17 Th 2016 tentang perlindungan anak ayaitu menyetubuhi anak di bawah umur,” Kata IPDA Irdani. [har/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar