Hukum & Kriminal

Anak Perusahaan PT PP Minta Perlindungan Hukum Polda Jatim, Ini Penyebabnya

Surabaya (beritajatim.com) – Agus Supriatna, pengacara dari Kantor Firma Hukum The Best Partner sebagai kuasa hukum PT PP Properti Tbk anak perusahaan BUMN PT Pembangunan Perumahan mengajukan perlindungan hukum ke Polda Jatim.

Upaya tersebut dilakukan karena ada upaya memasuki disertai tindak perusakan terhadap lahan dan properti milik PT PP Properti Tbk seluas 19.250 meter per segi di Jalan Kerto Manunggal Surabaya.

“Pihak PT PP Properti Tbk Memohon Perlindungan Hukum kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk melakukan penyelidikan dan atas dugaan tindak pidana tersebut, karena atas peristiwa hukum tersebut pihak PT. PP Properti Tbk merasa dirugikan,” ujarnya.

Pangkal penyerobotan disertai perusakan terjadi setelah PT. PP Properti Tbk membeli sebidang tanah seluas 19.250 meter persegi di Jalan Kerto Manunggal Kota Surabaya pada 12 Desember 2017 dari pihak PT Kartika Ceria (KACE).

Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 435/Dukuh Manunggal dengan SKPT No. 153/2017 yang terdaftar di Badan Pertanahan Nasional Kota Surabaya yaitu atas nama PT Kartika Ceria tersebut kemudian diverifikasi oleh pihak Dinas Perhubungan Kota Surabaya dan pihak BPN Kota Surabaya.

Hasil verifikasi kedua belah pihak mendapati bahwasannya tanah atau lahan tersebut sesuai dengan SHGB No. 435/Dukuh Manunggal dengan tanda patok tanah yang menjadi tanda batas tanah beserta plang pemberitahuan kepemilikan PT Kartika Ceria.

Kejadian tidak menyenangkan terjadi ketika pihak PT. PP Properti Tbk berencana melakukan penguasaan lahan tersebut karena akan dilangsungkan proyek pembangunan, dua karyawan PT. PP Properti Tbk yang akan menempatkan material bangunan tiba-tiba diancam sekelompok orang.

“Kelompok pengancam karyawan PT. PP Properti Tbk tersebut diketahui dipimpin  Kecamatan Semampir Kota Surabaya,” papar Agus Supriatna.

Sekelompok orang tersebut mengancam lalu menghalang-halangi kegiatan pihak PT. PP Properti Tbk dan mengusir karyawan PT PP Properti Tbk. Demi menghindari bentrokan fisik, dua karyawan PT. PP Properti Tbk memilih mundur dari lokasi.

Pasca peristiwa tersebut, beberapa pekan kemudian pihak PT PP Properti Tbk mengetahui sekelompok orang  melakukan perusakan dengan mencabut patok-patok dan plang yang bertuliskan “tanah ini milik PT. KACE”.

Setelah itu, pihak Donny Damar dkk melakukan pemagaran serta memasang plang yang bertuliskan: tanah ini milik Bahder Djohan Nasution. “Atas dasar menghormati hukum yang berlaku pihak PT PP Properti Tbk berharap Polda Jatim dapat segera melakukan perlindungan hukum,” pungkas Agus. [uci/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar