Hukum & Kriminal

Anak Jenazah Tertukar di Malang, Ditangkap Polisi

Polresta Malang Kota menangkap dua pelaku pemukulan ke petugas pemakaman PSC 119 Dinkes Kota Malang.

Malang(beritajatim.com) – Polresta Malang Kota menangkap dua pelaku pemukulan ke petugas pemakaman PSC 119 Dinkes Kota Malang karena jenazah ayahnya tertukar. Dua pelaku pemukulan ini adalah, MNH (21) warga Jalan Janti Barat, Kota Malang anak dari jenazah W yang tertukar dan sepupunya berinisial BHO, (24) warga Jalan Peltu Sujono, Kota Malang.

Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata mengatakan, penangkapan ini dilakukan setelah mendapat laporan dari salah satu anggota PSC 119 berinisial DS. Dalam laporan itu, salah satu rekannya berinisial LA, (29) harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit akibat penganiayaan oleh dua pelaku ini.

“Atas laporan tersebut, kami mengamankan BHO pada Kamis, sekitar pukul 23.30 WIB di kawasan Peltu Sujono. Sementara, MHN kami amankan Jumat 29 Januari 2021 pukul 10.30 WIB di depan Puskesmas Janti,” ujar Leonardus, Jumat, (29/1/2021).

Kedua pelaku ini, terancam dengan pasal 170 KUHP dengan hukuman 5 tahun penjara. Leonardus pun menjelaskan kronologis awal jenazah tertukar hingga menyebabkan keluarga jenazah W emosi dan menyerang petugas di TPU Kasin, Kota Malang.

“Diawali sekitar pukul 10.40 WIB. Keluarga jenazah W mendapat informasi mendapat nomor urut 2 untuk pemakaman. Mundur lagi menjadi nomor 3 dan pukul 12.00 WIB diundur menjadi nomor 4. Keluarga akhirnya memutuskan untuk datang ke kamar mayat RSSA untuk melakukan konfirmasi,” kata Leonardus.

Saat melakukan konfirmasi muncullah konflik antara kedua belah pihak. Sempat terjadi perdebatan, bahkan ada benturan (sengolan) dari petugas yang membuat salah satu tersangka kesal dan dendam. Singkatnya, jenazah akhirnya dikirim ke TPU sekira pukul 15.00 WIB.

“Terjadi konflik lagi karena anak keluarga mengerti yang akan dimakamkan bukan peti jenazah ayahnya (W). Ini memicu kemarahan keluarga. Salah satu tersangka mengejar sopir ambulan dan memegangnya. Kemudian, tersangka satu lagi memukul korban dan mengenai bagian kepala. Sampai korban pingsan dan mendapatkan perawatan di rumah sakit,” papar Leonardus.

Saat ini dua pelaku pemukulan masih ditahan di Mapolresta Malang Kota. Leonardus menegaskan, polisi akan penegakan hukum yang adil dan kemanusiaan dalam kasus ini. Polisi juga mengingatkan, tenaga kesehatan maupun tim pemakaman untuk memperbaiki kinerja agar peristiwa serupa tidak terulang.

“Tetap dilakukan (penahanan), karena belum ada pencabutan laporan dan upaya damai. Kami sebagai penegakan hukum tetap dilakukan, berkeadilan dan kemanusiaan. Mereka (pelaku) menyadari kesalahannya. Ada hal-hal yang perlu diperbaiki sehingga memicu peristiwa yang sama akan datang,” tandas Leonardus. (Luc/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar