Hukum & Kriminal

Anak Diculik setelah Diajak Makan Bakso, Kasus segera Disidangkan

Surabaya (beritajatim.com) – Dua pelaku penculikan anak di bawah umur yang terjadi di Surabaya akan memasuki tahap persidangan, sebab pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak sudah menyatakan lengkap atas perkara yang menjerat Adnannyun Hamida dan Oke Ary Aprilianto ini.

Kasi Intel Kejari Perak Erick Ludfyansyah menyatakan, pihaknya telah menerima pelimpahan tahap II (berkas perkara dan tersangka) pada hari Jumat, 28 Mei 2021 lalu.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang ditunjuk untuk menangani perkara ini yakni I Gede Willy Pramana. Willy sapaan akrab pria kelahiran Bali ini menyatakan dirinya sudah melimpahkan berkas perkara ini ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

“Hari ini baru saya limpah berkas (penculikan Ara) ke PN mbak,” ujar Willy, Rabu (2/6/2021).

Perlu diketahui, Ara diculik oleh kedua pelaku yang merupakan pakdhe dan budhenya ini pada Selasa (23/3/2021) lalu. Saat itu Ara sedang bermain di sekitar Taman Teratai dipanggil oleh kedua pelaku dan diajak bakan bakso dan diajak potong rambut.

Setelah diajak makan bakso dan potong rambut di salon, kemudian Ara dibawa pelaku ke Pasuruan di rumah Musrufah, istri nomor dua tersangka Ary. Disana kedua pelaku memperlakukan Ara dengan baik. Hanya saja Ara dilarang menghubungi orang tuanya.

Dari pengakuan Ary kepada polisi, dirinya sakit hati kepada orang tua Ara, yakni Tri Budi Prasetyo dan Safrina Anindia Putri. Sakit hati itu dipicu karena anaknya sempat ditampar dan sering cekcok terkait masalah warisan rumah.

“Selama (Ara) ikut saya, gak ada kekerasan kepada korban karena sudah saya anggap putri saya sendiri,” ujar pelaku Ary saat dihadirkan dalam rilis di Polrestabes Surabaya, Sabtu (27/3/2021) lalu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keduanya dijerat Pasal 83 Juncto 76 F Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara. [uci/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar