Hukum & Kriminal

Amankan Nataru, Polres Mojokerto Terjunkan 664 Personel Gabungan

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno memimpin apel gelar pasukan kesiapan pengamanan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020 di Mapolres Mojokerto. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno memimpin apel gelar pasukan kesiapan pengamanan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020 di Mapolres Mojokerto, Kamis (19/12/2019). Untuk memastikan keamanan, tidak adanya konvoi dan balap liar, kebakaran akibat petasan dan pesta narkoba serta minuman keras (miras), Polres Mojokerto mengerahkan 664 personel gabungan.

“Apel gelar pasukan kesiapan pengamanan Hari Raya Natal dan Tahu Baru 2020 digelar untuk memastikan kesiapsiagaan personil dan peralatan pengamanan, solidaritas para pemangku kepentingan yang dilibatkan serta menumbuhkan ketenangan dan rasa aman bagi masyarakat dalam merayakan Hari Raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020,” ungkapnya, membacakan sambutan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis.

Operasi Lilin tahun 2019 merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan selama 10 hari, yakni mulai tanggal 23 Desember 2019 sampai tanggal 1 Januari 2020. Fokus pengamanan adalah 61.308 obyek di seluruh Indonesia baik gereja, tempat wisata, pusat perbelanjaan, obyek perayaan tahun baru, terminal, pelabuhan, stasiun Kereta Api (KA) dan bandara.

“Dalam pelaksanaannya, operasi ini melibatkan 191.807 personel pengamanan gabungan yang terdiri atas 121.368 personel Polri, 17.190 personel TNI serta 55.259 personel yang berasal dari instansi terkait. Antara lain, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kesehatan (Dinkes), Pramuka, Pemadam Kebakaran (PMK), Linmas, Senkom dan instansi lainnya,” katanya.

Kekuatan personel tersebut akan ditempatkan pada 1.792 titik pos pengamanan, 745 titik pos pelayanan dan 45 titik pos terpadu. Strategi yang diterapkan dalam operasi ini adalah mengedepankan tindakan intelijen, berupa deteksi dini dan deteksi aksi serta penegakan hukum secara tegas dan profesional. Berdasarkan prediksi intelijen, terdapat 12 potensi kerawanan yang harus diantisipasi.

“Antara lain aksi terorisme, kejahatan konvensional, kemacetan lalu lintas, kecelakaan transportasi, sweeping Ormas, aksi penolakan peribadatan, kenaikan harga, konflik sosial dan tawuran, bencana alam, konvoi dan balap liar, kebakaran akibat petasan dan pesta narkoba atau minuman keras (miras). Beberapa penekanan untuk dipedomi,” ujarnya.

Yaitu, tetap jaga kesehatan serta niatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ibadah kepada Tuhan YME, pastikan setiap personel hadir sesuai plotting serta paham terhadap tugas dan tanggungjawabnya. Lakukan deteksi dini dengan memetakan titik-titik kerawanan secara tepat dan optimalkan penggalangan untuk mencegah aksi yang meresahkan masyarakat.

“Laksanakan pengamanan secara profesional dan humanis, berikan pelayanan terbaik serta tingkatkan kewaspadaan pengamanan melalui penerapan buddy system dan mantapkan kerja sama, sinergi dan solidaritas para pihak yang terlibat demi keberhasilan pelaksanaan operasi,” tuturnya.

Masih kata Kapolres, untuk Operasi Semeru Lilin 2019 Polres Mojokerto menerjunkan 385 personil Polri, 100 personel TNI dan 179 personel instansi terkait dengan sembilan Pos Pengamanan dan satu Pos Pelayanan. Sebanyak 10 pos tersebut tersebar di wilayah hukum Polres Mojokerto, mulai dari sepanjang Jalur By Pass Mertex hingga Trowulan, jalur tengah dan wilayah wisata. Seperti Pacet dan Trawas.

“Setiap Operasi Lilin selalu ada evaluasi, kali ini lebih maksimal sehingga kekurangan di tahun kemarin akan dibenahi. Termasuk dalam pelayanan maupun pengamanan di tempat wisata khususnya Pacet dan Trawas. Pengamanan gereja, selain TNI/Polri, kita juga ajak Ormas Islam untuk membantu sebagai wujud kerukunan umat beragama,” jelasnya.

Kapolres menambahkan, sistem pengamanan sama tahun sebelumnya, mulai dari standarisasi sampai pengamanan terbuka dan tertutup. Dalam pengamanan Hari Raya Natal dan Tahun Baru, pihaknya memastikan tidak ada pengalihan arus di kawasan wisata Pacet-Trawas. Kapolres menghimbau agar tidak menggunakan knalpot brong saat perayaan Tahun Baru.

“Kalau menggunakan kendaraan bermotor, jangan menggunakan knalpot brong, jangan menggunakan petasan, kalau bersuka ria jangan mengganggu orang lain. Intinya sifatnya normatif saja, yang penting kita buat Mojokerto tertib, Damai, aman dan sejuk,” tegasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar