Hukum & Kriminal

Dicari di Probolinggo, Kepala Desa Tidak Kenal

Alamat yang Viral dari Pembacok Polisi di Surabaya Ternyata Hoaks

Kenakan jaket bertuliskan "Impolite", pelaku pembacokan Polisi dibekuk petugas di Mapolsek Wonokromo, Surabaya, Jatim, Sabtu (17/8/2019).(Foto istimewa)

Probolinggo (beritajatim.com) – Nama Probolinggo kembali dikaitkan dengan aksi amaliah atau ritual jihad. Itu terjadi setelah aksi pembacokan terhadap aggota polisi yang bertugas di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Wonokromo, Surabaya, Sabtu (17/8/2019).

Sempat viral di sejumlah media Whatsapp bahwa tersangka atas nama Andi Pribadi (25), yang berhasil dilumpuhkan petugas ini tercatat sebagai warga Dusun Plasaan, Rt 015/Rw 005, Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolnggo.

Polisi pun berusaha mencari alamat tersangka untuk mengembangkan kasus tersebut. Namun saat dicek di Probolinggo, nama Andi Pribadi, ternyata tidak tercatat sebagai warga Dusun Paras, maupun warga Probolinggo.

Kapolsek Tegalsiwalan, Polres Probolinggo, Ida Bagus, memastikan, tak ada nama Andi Pribadi, di Dusun Paras, maupun Kecamatan Tegalsiwalan. Menurutnya, pengecekan alamat tersangka, selain dilakukan anggota polsek dan Unit Intel Polres Probolinggo, juga dilakukan sejumlah otoritas desa dan kecamatan setempat.

“Saya pastikan A1 (akurat, red) bahwa tersangka bukan warga Tegalsiwalan. Kami sudah koordinasi bahkan dengan Pak Tinggi (kepala desa, red) untuk cek alamat itu,” kata Ida Bagus, saat dihubungi beritajatim.com Sabtu malam. Belakangan, lanjut perwira tiga strip itu, tersangka Andi Pribadi, dikabarkan warga Sumenep, Madura.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang anggota Polsek Wonokromo, Surabaya, diserang aksi teror, Sabtu (17/8/2019). Aksi teror berupa pembacokan ini dilakukan sekitar pukul 17.30 WIB. Giono (49) tukang becak menjelaskan, sore tadi terdapat gerombolan yang juga diwarnai suara keramaian. “Gak jelas kenapa ada keramaian. Tapi ada suara teriakan, awas-awas, tolong, gitu,” katanya kepada beritajatim.com.

Sumber lain menyebutkan, korban adalah Aiptu. Agus, dan diserang saat sedang piket. Dugaan sementara motif yang dilakukan tersangka adalah jihad.

Kronologisnya, sekitar pukul 16.45 wib pelaku masuk ke halaman Mapolsek Wonokromo, dan diterima SPKT. Saat ditanya keperluannya oleh Aiptu Agus, pelaku langsung melakukan pembacokan dengan menggunakan clurit dan mengenai bagian tubuh korban.

Pelaku-pun akhirnya bisa dilumpuhkan, setelah sejumlah anggota reskrim melepaskan tembakan. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan satu buah pisau penghabisan, satu buah celurit, satu buah ketapel dengan amunisi kelereng, satu senpi gas gun hitam, satu buah kaos warna hijau, alat mandi dan tas ransel hitam, beserta dua lembar kertas fotocopy bertuliskan laillahhaillallah.

Sampai berita ini ditulis, lokasi masih steril. Seluruh pintu gerbang tertutup dan jurnalis dilarang masuk. Nampak petugas dari satuan Respatri Polrestabes Surabaya mengawasi dan menjaga ketat pintu.

Para petugas saat ditanya enggan memberikan keterangan terkait kejadian tersebut. Hanya saja nampak banyak bercak darah di lantai depan pintu SPKT. Para petugas pun melakukan identifikasi dengan mengambil gambar dan contoh darah. [eko/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar