Hukum & Kriminal

Al Ayyubi, Pembunuh Nisa di Cafe Penjara Gresik Lakukan 37 Adegan Rekontruksi

Gresik (beritajatim.com)- Sholahuddin Al Ayyubi (30), pengelolah Cafe Penjara yang juga pelaku pembunuhan terhadap Hadryl Choirun Nisa (25), melakukan 37 adegan rekontruksi.

Dalam rekontruksi itu, Al Ayyubi tidak merasa canggung melakukan rekontruksi yang digelar oleh Polsek Cerme, Gresik. Dengan tenang, pelaku menunjukkan dihadapan petugas bagaimanan saat menghabisi Hadryl Choirun Nisa, atau akrab dipanggil Nisa.

Tahap demi tahap, mulai dari di adegan pertama. Pelaku membuka pintu Cafe Penjara yang berlokasi di Jalan Raya Banjarsari Cerme, Gresik. Di adegan selanjutnya, pelaku sempat berbicara dengan korban (Nisa). Adegan berikutnya, pelaku hendak menguasai ponsel milik korban. Namun, korban menolak sehingga pelaku mencekik leher korban hingga tidak bernyawa.

Saat korban sudah tidak bernyawa. Adegan selanjutnya, pelaku melakukan tidak senonoh dihadapan korban yang sudah meninggal dengan cara beronani. Kemudian pelaku hendak memakamkan korban di sebuah pohon yang bersebelahan dengan pintu masuk Cafe Penjara. Namun, pelaku kebingungan selanjutnya hanya menutupi mayat korban dengan karung.

Setelah itu, pelaku pulang ke tempat tinggal. Pelaku tidak menyadari pembunuhan yang telah dilakukan itu diketahui oleh rekan satu kerja. Sehingga, sebelum melarikan diri pelaku disergap oleh petugas Reskrim Polsek Cerme.

“Rekontruksi ini untuk melengkapi berkas pemeriksaan. Ada 37 adegan mulai dari pelaku menghubungi korban, membunuh, lalu meninggalkan mayat korban,” ujar Kapolsek Cerme AKP Iwan Harry Poerwanto kepada wartawan, Rabu (18/09/2019).

Iwan menambahkan, berdasarkan hasil pengembangan pemeriksaan. Pelaku ada dugaan ada rasa hati terhadap korban tapi tidak diungkapkan.

“Setelah rekontruksi ini, kami juga akan membawa pelaku ke RS Bhayangkara Polda Jatim guna menjalani pemeriksaan tes kejiwaan. Hal ini dilakukan karena berdasarkan pemeriksaan, pelaku melakukan perbuataan tidak senonoh sambil beronani serta menempelkan jaringan di organ vital korban,” tambahnya.

Sewaktu melakukan adegan rekontruksi. Wajah pelaku sangat serius mendengarkan beberapa adegan yang disampaikan petugas. Sementara untuk adegan korban, dilakukan oleh peran pengganti. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar