Hukum & Kriminal

Akun Istri Pembunuh Gadis Cantik Wadungasih Dibully, Komentar di Foto Nikahan Paling Parah

Sidoarjo (beritajatim.com) – Akun Facebook bernama WDA ll yang diduga isteri MBTP dugaan pelaku perampasan motor dan pembunuhan terhadap PDA (18) gadis cantik asal Wadungasih Kec. Buduran, diserang netizen.

Tidak sedikit akun yang mencemooh dan berkata dengan tulisan kalimat kasar yang dikomentarkan di beranda foto pernikahan WDA ll dengan MBTP yang pose photo di atas pelaminan tersebut.

Sampai saat ini, yang berkomentar pada foto yang diunggah pada 1 Maret 2020 itu, banyak yang berkomentar soal kejelekan yang ditujukan pada kedua mempelai itu.

Seperti komentar Martha Irarie, dia berkomentar, Samawa win.. Semoga suamimu betah di dalem penjara.. Kintan Wahyu mnta doanya dong buat pasangan bajingan ini.

Foto dari facebook

Kintan Wahyu membalas komentar Martha Iraries dengan emoji menangis dan juga menuliskan kalimat, Heranku kosek isok ngguyu nak ndokor kuade, mangan enak, turu nyenyak tanpa di hantui rasa bersalah.

Pemilik akun Anita Seriawan berkomentar panjang. Kalimatnya, Hayy manusia tidak punya akal sehat. Demi uang tega menghabisi nyawa orang. Coba itu semua terjadi di keluargamu. Gimana rasa nya ? Pasangan sama2 tidak waras. Tidak punya hati nurani. Semoga Allah membalas setimpal atas kelakuan suamimu. Sebelum pembalas di akhirat. Semoga pembalas di dunia lebih dari apa yang di rasakan korban Dan keluarga nya.

Sentott Schatzi Ninik berkomentar PEMBUNUH dan mendapat like 2 akun orang.

Komentar jelek dan olokan terhadap foto “kemanten” akun WDA ll itu juga masih banyak lagi dan lebih dari 82 komentar lebih.

Komentar itu ditulis dan sampai kini masih aktif dan banyak yang berkomentar karena foto pernikahan itu diunggah bulan Maret ini, sesudah kasus perampasan dan pembunuhan terjadi, yakni akhir Januari 2020 lalu.

Artinya, MBTP mempersunting pemilik akun WDA ll, di bulan Maret ini. Sedangkan MBTP ditangkap polisi karena dugaan merampas dan membunuh korban PDA serta jasad korban diakui di buang ke sungai Siwalanpanji Buduran itu, terjadi akhir Januari sebulan sebelum duduk diatas pelaminan.

Kepala Kasun Wadungasih Kec. Buduran Yoyok mengatakan, resepsi pernikahan keduanya baru saja dilangsungkan dan kondisinya sudah punya anak. Saat nikahan dulu nikahnya secara Islam dan saat itu pihak lelaki menjadi mualaf.

“Pernikahan dilakukan karena diketahui yang wanita sudah hamil duluan. Yang mengurus itu Pak Modin Buduran. Yang wanita itu anaknya Pak RT belakang Pasar Buduran,” katanya, Jumat (13/3/2020).

Sementara pantauan di lapangan, pencarian jenazah PDA (18) putri pasangan Gunawan Sutikno dan Nuslahat warga Wadungasih RT 02 RW 01 Buduran itu masih terus dilakukan di sepanjang Sungai Siwalapanji Buduran.

Tim Basarnas, BPBD Sidoarjo dan aparat kepolisian melakukan penyisiran ke dalam sungai, mulai dari TKP pembuangan 5 meter arah masuk perumahan Permatan Siwalan Indah Siwalanpanji Buduran sampai ke timur arah pesisir laut. [isa/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar