Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Aksi Pencurian Saldo Tabungan Terjadi di Sidoarjo

Kantor Cabang BSI Sidoarjo

NV tunjukkan transaksi pencurian saldo tabungannya

Sidoarjo (beritajatim.com) – Tindak pidana pembobolan saldo atau pencurian saldo dalam tabungan kembali terjadi Sidoarjo. Kali ini korbannya adalah NV, warga Kalitengah, Tanggulangin. Dan TIS, warga Wonokromo, Surabaya.

NV menceritakan, peristiwa itu ia sadari Senin (13/12/2021) siang. Nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) itu usai belanja online dan mengecek saldo tabungannya. Ia terkejut lantaran saldo tabungannya hanya tersisa senilai Rp 15 juta.

Padahal saldo awalnya ada di kisaran angka Rp 45 juta. Selama mengantongi saldo sejumlah Rp 45 juta itu, korban juga tidak banyak melakukan transaksi dengan nilai besar. “Sisa tabungan itu langsung saya pindahkan ke bank lain, takut hilang lagi,” katanya Kamis (16/12/2021).

Hari itu juga, korban langsung mendatangi kantor Cabang BSI di Sidoarjo untuk mencetak rekening koran dan melaporkan kejadian itu. Dari catatan rekening koran, ada sejumlah transaksi dari nomor rekening yang tak dikenal. Selama dua hari berturut-turut terjadi 6 transaksi janggal dan waktunya pada malam hari. “Empat kali tarik tunai dan dua kali transfer,” ungkapnya.

Kantor Cabang BSI Sidoarjo

Selain ke Kantor Cabang BSI, korban juga telah melaporkan aksi pencurian mirip dengan kejahatan skimming itu ke Polresta Sidoarjo. Dengan harapan bisa segera tertangani. Skimming adalah suatu tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal.

NV tunjukkan transaksi pencurian saldo tabungannya

Saat melapor, korban malah bertemu dengan korban lain yang mengalami kejadian serupa. Yakni TIS warga Wonokromo. TIS menyimpan uangnya di BSI Kantor Cabang Pembantu Waru. Ia mengalami kerugian mencapai Rp 25 juta atas dugaan tinda pidana pencurian saldo tabungan itu.

Sementara itu Kasubag Humas Polresta Sidoarjo Ipda Tri Novi Handono menjelaskan jika laporan korban juga telah diterima polisi. Kini polisi masih bekerja untuk mengungkap perkara itu. “Masih dalam penyelidikan,” jawabnya.

Sementara itu, pihak BSI Kantor Cabang Sidoarjo yang berada di Jalan Gajah Mada, Sidoarjo, enggan berkomentar saat dikonfirmasi. Pihak BSI beralasan jika memberi keterangan kepada wartawan, pihaknya harus ijin terlebih dahulu ke kantor pusat. (isa/ted)

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar