Hukum & Kriminal

Aksi Pelaku Pemerkosaan Bocah TK di Sumenep Diduga Telah Berkali-kali

Sumenep (beritajatim.com) – FMT alias Y (28), warga Desa Sakala, Pulau/Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep diduga telah berkali-kali melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Korbannya diduga tidak hanya satu orang.

“Kecurigaan warga disana seperti itu. Pelaku beberapa kali diketahui melakukan perbuatan tidak senonoh pada anak-anak. Saat ini kami di kepolisian masih mendalami kasus itu,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Selasa (25/02/2020).

FMT alias Y, diduga kuat telah melakukan pemerkosaan terhadap ZJ, bocah berumur 6 tahun yang masih TK. Pencabulan dan persetubuhan paksa itu dilakukan tersangka di semak-semak di sebuah tegalan.

Sadisnya, sebelum menyetubuhi korban, tersangka mengikat tangan korban kemudian menyumpal mulut dan menutup mata korban. Saat pelaku menyetubuhi korban, pelaku menutupkan kaosnya ke muka korban. “Akibat perbuatan itu, korban mengalami trauma pada kejiwaannya. Selain itu, korban mengaku sakit pada kemaluannya saat buang air kecil,” ungkap Widiarti.

Kasus itu terungkap saat korban pulang ke rumahnya sambil menangis menjerit-jerit dan berkata “Mau mati saya buk, diikat sama orang hitam tinggi di hutan”. Korban berkata seperti itu sambil menangis menjerit, hingga para tetangga berdatangan.

Ibu korban kemudian menanyakan pada korban, dimana kejadian itu? Lalu korban pun diminta untuk menunjukkan tempatnya. Akhirnya korban bersama ibunya dan neneknya serta beberapa warga, pergi ke lokasi yang disebut-sebut korban jika dirinya diikat di hutan oleh orang hitam tinggi.

Sampai di lokasi yang ditunjukkan korban, yakni di semak-semak, tidak ditemukan orang hitam tinggi yang dimaksud korban. Namun nenek korban menemukan sebuah kaos oblong dan celana kolor pendek. Kemudian juga ditemukan sobekan kain serupa tali. Ternyata benar, kaos dan celana itu milik tersangka pelaku. Sedangkan sobekan kain itu digunakan untuk mengikat korban.

Tersangka kemudian diamankan Polsek Sapeken, dijerat pasal 81 dan 82 UU RI no 17 tahun 2017 atas perubahan UU RI no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. (tem/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar