Hukum & Kriminal

Aksi Borong BBM Bersubsidi di Probolinggo, Ini Kata Polres

Probolinggo (beritajatim.com) – Aksi borong premium ditengarai oleh para tengkulak, terjadi dalam beberapa bulan terakhir di Kabupaten Probolinggo. Parahnya, akibat aksi borong ini, masyarakat penerima manfaat BBM bersubsidi sering kesulitan mendapat bahan bakar bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Beli premium di pom bensin sering kali kami berebut sama pengendara lain. Soalnya stok untuk masyarakat umum katanya terbatas. Sepertinya kami kalah sama para tengkulak yang mengisi berjirigen-jirigen premium subsidi,” ujar Usman, pengguna BBM, Senin (3/8/2020).

Pantauan di lapangan, aksi borong BBM bersubsidi ini berlangsung terang-terangan. Tak jarang, para tengkulak terlihat saling bercanda sambil mengantre menunggu giliran drum-drum mereka diisi petugas SPBU.

“Sudah biasa ini mas. Saya jual lagi di daerah Tiris (Tiris, adalah pegunungan di kawasan timur Kabupaten Probolinggo red.),” ujar pria sebut saja Wisnu, salah satu tengkulak BBM Subsidi. Keuntungan dari BBM subsidi bila diecer, lanjut Wisnu, kisaran Rp1000 sampai Rp 1500 per liter.

Sementara itu, pengendara roda dua dan roda empat, terpaksa harus mengalah. “Dari pada kelamaan menunggu selesainya para tengkulak, saya beli pertalite mas. Agak mahalan sedikit tidak apa-apa dari pada ngantre lama,”ujar Taufiq, yang dijumpai beritajatim.com, Senin (03/08/2020) pagi di salah satu SPBU. Buruh pabrik itu, kedapatan mengendarai motor lansiran 80 an nopol N 2035 N.

Menanggapi masalah dimaksud, Kapolres Probolinggo, AKBP Ferdy Irawan, melalui Kasat Reskrim AKP Rizky Santoso, menyatakan, borong BBM memiliki batas toleransi. Hal itu terpaksa dilakukan untuk mengakomodir pengguna BBM bersubsidi yang daerahnya jauh dari SPBU. Meski diakuinya regulasi melarang SPBU mendistribusikan BBM ke kios-kios eceran.

“Untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat pegunungan yang jauh dari SPBU. Selama tidak berlebihan masih diberikan toleransi. Yakni dua jirigen kapasitas 35 liter untuk setiap tengkulak,” katanya.

Begitu juga soal sarana angkut BBM dari SPBU ke kios-kios. Sampai saat ini Polres Probolinggo, tidak bertindak karena alasan kemanusiaan. “Termasuk alat angkut juga dilarang. Namun karena unsur kemanusian untuk mengakomodir daerah yg jauh SPBU diberikan toleransi,” sambung Rizky.

Mantan Panit II Unit I Subdit IV Ditreskimum Polda Jatim, itu memastikan, anggota Polres Probolinggo, tidak terlibat dalam aksi beking borong BBM bersubsidi. “Untuk antisipasi pungli, selalu mengingatkan anggota agar tidak melakukan pungli,” pungkasnya.  (eko/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar