Hukum & Kriminal

Akibat Cinta Segitiga, Mahasiswi di Malang Bikin Laporan Palsu Diperkosa

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya.

Malang (beritajatim.com) – Mahasiswi berinisial RN dari sebuah perguruan tinggi negeri di Malang membuat laporan palsu kasus pemerkosaan yang menimpa dirinya. Pelaporan kasus pemerkosaan palsu itu dilakukan pada 29 Agustus silam.

Awalnya RN mengaku diperkosa oleh mahasiswa di kampus yang sama di dalam mobil yang terparkir di halaman fakultas kampus. Katanya, saat itu RN sedang menunggu pacarnya berinisial AL yang sedang kuliah. Namun, saat menunggu itulah teman korban yang menjadi terlapor berinisial MBE, masuk ke dalam mobil dan melakukan pemerkosaan.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya mengatakan setelah mendapat laporan itu, pihaknya memanggil RN dan MBE untuk melakukan penyidikan. Ternyata, laporan yang dilakukan RN tidak benar. Sebab, berdasarkan pengakuan MBE dan saksi-saksi, pada waktu bersamaan MBE sedang berada di kelas dan mengikuti perkuliahan.

“Dari penyelidikan para saksi, kronologi antara pelapor dan terlapor tidak sesuai atau tidak sama. Jadi diambil kesimpulan dari beberapa saksi yang diperiksa bahwa pelapor melaporkan sesuatu yang tidak benar,” kata Komang, Kamis (26/9/2019).

Komang menduga ada konspirasi yang dilakukan RN dan AL. Dalam waktu dekat, polisi bakal memanggil AL untuk dilakukan penyelidikan. Sebab, diduga RN, AL dan MBE terlibat cinta segitiga. Dimana hal ini membuat AL sakit hati dan menyuruh RN melaporkan AL dengan kasus pemerkosaan palsu.

“Ketiganya masih satu kampus. Laporan palsu motivasinya kami dalami yang diduga pacar RN sakit hati dengan terlapor berinisial MBE. Karena tidak suka, AL menyuruh RN lapor ke polisi. Tapi sesuai bukti dan saksi di lapangan, MBE saat kejadian mengikuti perkuliahan di kampus,” tandas Komang.

Rencananya polisi akan memeriksa lima saksi. Polisi juga belum bisa menentukan tersangka sebelum ada gelar perkara. Bila terbukti laporan palsu, RN bisa dikenakan pasal 242 ayat 1 tentang laporan palsu dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar