Hukum & Kriminal

Ajukan Eksepsi, Kuasa Hukum Stella Monica Singgung Legal Standing Pelapor

Surabaya (beritajatim.com) – Sidang perkara dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial yang mendudukkan Stella Monica sebagai Terdakwa kembali dilanjutkan di ruang Kartika 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (28/4/2021).

Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim yang diketuai Slamet Riyadi ini mengagendakan eksepsi (nota keberatan atas dakwaan) yang diajukan tim kuasa hukum Terdakwa yakni Habibus Shalihin dan Rekan.

Dalam eksepsinya, tim kuasa hukum menyebut jika dakwaan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak disusun dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut ejaan yang disempurnakan (EYD).

Tim kuasa hukum menyebut, contoh kata yang tidak disusun dengan menggunakan ejaan EYD adalah “hahaha kalau aku dah masuk sampah sejak sebulan pake stel. Gila wes habis 7jt malah jadi uajor. Dan ternyata dokter disana itu dokter umum stel, bukan dr muka”.

Menurut kuasa hukum Terdakwa, akibat susunan kata yang ada dalam dakwaan JPU tersebut tidak sesuai dengan ejaan EYD maka siapapun akan kesulitan memahami maksud dan arti dari kalimat tersebut. “Seharusnya penuntut umum memberikan arti dari kalimat yang menggunakan kata-kata tersebut,” ujar salah satu tim kuasa hukum Terdakwa.

Hal lain yang disoal kuasa hukum dalam eksepsinya adalah legal standing dari pelapor. Menurut mereka, sesuai keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya tertulis bahwa dr Eko Riyanto Sp KK sebagai penanggungjawab klinik LViors akan tetapi dalam dakwaan JPU disebut bahwa saksi Irene Christilia Lee yang tidak diuraikan dengan jelas kedudukan hukumnya dalam mewakili LViors apalagi klinik LViors merupakan Perseroan Terbatas (PT) yang tunduk dan patuh terhadap UU No 40 tahun 2007 tentang PT. “Dalam undang-undang No 40 tahun 2007 tentang PT jelas tertuang bahwa yang berwenang mewakili klinik LViors adalah Direksinya,” ujarnya.

Untuk itu pihak kuasa hukum Terdakwa meminta agar majelis hakim mengabulkan nota keberatan (eksepsi) dan menyatakan surat dakwaan batal demi hukum.

Atas eksepsi ini, JPU Farida Hariani akan memberikan tanggapan dan meminta waktu sepekan mendatang. Usai sidang, JPU Farida tidak bersedia memberikan komentar pada awak media. Dia menyatakan bahwa pimpinannya yang berwenang memberikan komentar. [uci/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar