Hukum & Kriminal

Ahmad Muzakki: Aparat Keamanan Sudah Tepat Tangani Kerusuhan 22 Mei

Sidoarjo (beritajatim.com) – Penanganan aksi damai berujung anarkis pada 22 Mei 2019 di dekat Kantor Bawaslu, Jakarta, dinilai tokoh intelektual Prof. Ahmad Muzakki, M.Ag.,M.Phil., Grad. Dip.SEA., Ph.D sudah tepat dan mengedepankan komunikasi dengan massa.

Menurut salah satu Guru Besar UIN Sunan Ampel, saat penanganan aksi demonstrasi 21-22 Mei 2019 di sekitar Kantor Bawaslu, aparat keamanan dari Polri dan TNI telah mengedepankan pendekatan kepada massa. Mulai dari melibatkan tokoh-tokoh agama dan masyarakat, guna mengajak massa dalam beraksi lebih tenang dan damai.

“Semua sudah tepat yang dilakukan Polri maupun TNI kita. Juga sesuai peraturan pengamanan penanganan demonstrasi,” ujarnya saat berada di Sidoarjo Kamis (30/5/019).

Profesor Muzakki, juga menyayangkan demonstrasi damai 22 Mei berujung anarkis. Dari pandangannya, dalam kerumunan massa yang begitu banyak, menjadi tantangan bagi aparat keamanan. “Dari situ aparat memilah mana yang murni pendemo, dan penyusup,” tukasnya.

Aksi 21-22 Mei 2019, menurut Sekretaris PWNU Jatim ini ada banyak kepentingan-kepentingan yang tujuannya mengganggu stabilitas keamanan negara, ada kepentingan politik, kepentingan kelompok, dan ancaman terorisme.

“Inilah PR yang harus diselesaikan Polri dan TNI untuk mengungkap peristiwa ini, dan saya yakin Polri-TNI solid serta mampu menjalankan tugas tanggung jawab sebaik mungkin,” tegas peraih gelar graduate diploma dari Australian National University (ANU) Canberra Australia ini.

Karenanya, Profesor Muzaki mendukung aparat untuk mengusut tuntas aktor intelektual di belakang kerusuhan 22 Mei 2019. Diharapkan aktor di balik kerusuhan tersebut harus ditangkap, agar tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat Indonesia. (isa/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar