Hukum & Kriminal

Ahmad Dhani Dalam Suratnya Mengaku Tertekan di Dalam Rutan

Surabaya (beritajatim.com) – Dhani Ahmad Prasetyo kembali menjalani persidangan kasus pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (26/2/2019). Dalam sidang kali ini, Ahmad Dhani kembali menulis surat dari Rutan Madaeng.

Banyak hal yang disebut Ahmad Dhani dalam surat yang ditujukan pada Jenderal Ryamizard Ryacudu tersebut. Suami dari Mulan Jameela ini berkeluh kesah soal kasus yang dialaminya. Dhani juga menuliskan betapa tertekannya dia selama dalam penjara. “Tapi di penjara, saya merasakan “tekanan” yang luar biasa,” tulisnya.

Dalam sidang kali ini akan mendengarkan keterangan saksi fakta yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ahmad Dhani tiba di PN Surabaya sekira pukul 10.20 WIB. Begitu turun dari mobil tahanan Kejati Jatim, musisi sekaligus politisi Partai Gerindra ini mengumbar senyum pada awak media sambil melambaikan tangan dengan membawa sebuah majalah bertuliskan ‘Indonesia Menang’.

Untuk diketahui, Kasus ini berlanjut ke pembuktian pasca majelis hakim yang diketuai R Anton Widyopriyono menolak eksepsi tim penasehat hukum Ahmad Dhani.

Ahmad Dhani menjalani sidang ‘idiot’ pencemaran nama baik bermula kedatangannya di Surabaya untuk menghadiri Deklarasi #2019gantipresiden. Namun kala itu Dhani tidak bisa menghadiri deklarasi karena dihadang banyak orang di Hotel Majapahit, Surabaya. Kesal dengan para penghadang, Dhani menyebut mereka ‘idiot’. [uci/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar