Hukum & Kriminal

Ada Fakta Baru Dalam Kasus Korupsi DD di Ponorogo

Kasi Pidsus Kejari Ponorogo Sapto Legowo. [foto: Endra Dwiono]

Ponorogo (beritajatim.com) – Ternyata ada fakta baru dibalik kasus dugaan korupsi yang menjerat Parmi, mantan kepala desa (kades) Kambeng, Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo. Kasus rasuah Parmi itu ternyata dilakukan bersama bendahara desa. Namun sang perangkat desa yang bersangkutan sudah meninggal dunia.

“Bendahara desa tersebut meninggal saat proses hukum masih di tingkat penyelidikan. Jadi saat ini hanya satu tersangka yang akan diproses di pengadilan,” kata Kasi Pidsus Kejari Ponorogo Sapto Legowo, Rabu (18/9/2019).

Mereka berdua, kata Sapto, melakukan permufakatan jahat dalam mengelola dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD), selama periode 2015-2016. Yakni dengan memark up anggaran pengadaan barang. Selain itu juga membuat program fiktif, baik itu yang fisik maupun non fisik. “Jadi saat pengadaan misalnya, toko diminta untuk melebihkan harganya dalam nota pembelian,” katanya.

Terkait program fiktif, Sapto memberi contoh mereka membuat bantuan kepada tempat ibadah, namun pihak pengurus mengaku tidak pernah menerima bantuan tersebut. Selain itu mereka juga tak segan terang-terangan menyalahgunakan wewenang. “Jadi kerabatnya biasanya diajak mengerjakan proyek. Seperti pengangkut an barangnya dilakukan oleh orang yang masih saudaranya sendiri,” katanya.

Sapto menambahkan agar proses hukum berjalan lancar, tersangka harus ditahan sejak dilimpahkan. Jadi Parmi ditahan selama 20 hari hingga nanti tanggal 5 Oktober 2019. “Saya yakin 20 hari berkas penuntutan sudah selesai. Dan siap dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor di Surabaya,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar