Hukum & Kriminal

Ada 45 Korban, Kerugian Capai Rp 4,5 Miliar

Pihak kepolisian meninjau perumahan Dreamland untuk mengumpulkan data-data korban dugaan penipuan. [Foto: Endra Dwiono]

Ponorogo (beritajatim.com) – Selain 17 orang yang merasa tertipu oleh oknum pengembang perumahan Dreamland, ternyata masih ada 28 lagi yang juga mengalami hal serupa. Kenyataan itu diungkapkan oleh Ari Hersofiawanudin, penasehat hukum 17 orang yang pada Senin (27/1/2020) siang melapor ke Mapolres Ponorogo.

“Jadi sebenarnya yang sudah beli rumah maupun kapling tanah di perumahan Dreamland itu ada 45 orang, namun yang berani ke Mapolres ada 17 orang,” kata Ari Hersofiawanudin, Senin sore.

Para korban, kata Ari, hingga sekarang menunggu itikad baik dari Sarjito, oknum pengembang perumahan Dreamland. Pihaknya juga sudah mengupayakan untuk dilakukan mediasi, namun yang bersangkutan tidak datang dan malah menghilang. “Makanya kami mengambil langkah hukum, melaporkan Sarjito ke Mapolres Ponorogo,” katanya.

Pengacara asal Pacitan itu mengungkapkan bahwa para korban tidak bisa menghubungi Sarjito sejak awal 2019. Semestinya komitmen pengembang untuk membangun rumah yang sudah dibayar oleh pembeli rampung pada 2018. Karena saat ini sudah masuk 2020, maka perbuatan Sarjito sudah layak untuk dilaporkan dugaan penipuan dan penggelapan.

Jika dari 45 orang itu rata-rata sudah setor uang sebanyak Rp 100 juta, maka kerugian dari penipuan ini bisa mencapai Rp 4,5 miliar. “Ada yang sudah bayar lunas, ada yang masih bayar setengah. Kerugiannya dikisaran Rp 4,5 miliar,” pungkasnya. [end/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar