Hukum & Kriminal

Ada 230 Kendaraan yang Dipaksa Putar Balik di Perbatasan-Perbatasan Ponorogo

Salah satu penyekatan di jalur tikus masuk Ponorogo. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Dalam kurun waktu tiga hari terakhir, ada ratusan kendaraan bernomor polisi (nopol) non-AE atau luar Ponorogo dipaksa putar balik di perbatasan kota reyog. Yakni di perbatasan Ponorogo-Wonogiri di Desa Biting Kecamatan Badegan dan di perbatasan Ponorogo-Trenggalek di Desa Pangkal Kecamatan Sawoo. Petugas gabungan dari TNI, Polri dan Dishub terpaksa melakukan tindakan tersebut, karena secara aturan mudik di larang.

“Kendaraan berplat non-AE kami minta putar balik, tidak boleh masuk Ponorogo. Karena kebanyakan mereka adalah pemudik,” kata Kasat Lantas Polres Ponorogo AKP Indra Budi Wibowo, Sabtu (8/5/2021).

Selain dua perbatasan itu, Satlantas juga melakukan penyekatan di jalur atau titik perbatasan lainnya. Sebab, para pemudik juga ada yang curi-curi dengan lewat jalur tikus. Sehingga penyekatan diluar dua jalur besar Ponorogo-Wonogiri dan Ponorogo-Trenggalek sebagai bentuk mengantisipasi para pemudik yang masih nekat pulang kampung. “Penyekatan juga kita lakukan di jalur-jalur tikus yang masuk Ponorogo,” katanya.

Petugas, selain memerintahkan pengendara yang berplat nomor dari luar daerah putar balik, juga melakukan testing rapid test antigen kepada para pengendara. Hal itu dilakukan semata-mata untuk mencegah penularan Covid-19 antar daerah. “Secara random, kali lakukan test rapid antigen kepada para pengendara,” katanya.

Indra menyebut bahwa hingga hari ke tiga ini sudah lebih dari 230 kendaraan, baik roda dua maupun roda empat yang dipaksa untuk putar balik. Penyekatan di jalur perbatasan itu akan terus dilakukan. Di mulai tanggal 6 Mei hingga nanti setelah lebaran pada tanggal 17 Mei 2021. “Tiga hari ini sudah ada 230 kendaraan yang dipaksa putar balik,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar