Hukum & Kriminal

Ada 21 Pembangunan Selama TMMD Tahun Ini di Kabupaten Malang

Malang (beritajatim.com) – Bupati Malang HM Sanusi membuka TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 112, di Pendopo Agung, Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim no.7, Kota Malang, Rabu (15/9/2021).

Pembukaan tersebut ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan naskah pembangunan atau MoU yang dihadiri oleh Danrem 083 Bhaladika Jaya, Kolonel Inf Irwan Subekti, Dandim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu Letkol Inf Yusub Dody Sandra, Wakapolres Malang Kompol Rizky Tri Putra dan Wabup Malang Didik Gatot Subroto.

Sanusi menyampaikan, dalam kurun waktu 30 hari kedepan, di Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, akan dijadikan tempat dilaksanakannya TMMD tersebut.

“Saya menyambut baik dengan adanya pelaksanaan TMMD ini. TNI membantu kami (Pemkab Malang) untuk melakukan pembangunan di desa terpencil. Kali ini dilakukan di Desa Tulungrejo, Ngantang,” ucap Sanusi.

Sanusi menjelaskan, untuk Kabupaten Malang sudah sering dilaksanakan TMMD dari tahun ke tahun. Mulai dari Poncokusumo, Donomulyo, Bantur dan kali ini di Ngantang.

“Mulai dari Malang timur, Malang selatan hingga kali ini Malang barat sudah menjadi sasaran TMMD. Tentunya Pemerintah Kabupaten Malang sangat terbantu dengan adanya TMMD ini,” tegasnya.

Sanusi melanjutkan, dalam pelaksanaannya, TMMD ini dilakukan secara gotong royong.

“TNI, bersama masyarakat bergotong royong dalam melakukan pembangunan. Sehingga pelaksanaannya semakin mudah,” urainya.

Sementara itu, Dandim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu Letkol Inf Yusub Dody Sandra menambahkan, dalam TMMD kali ini ada 21 titik pengerjaan pembangunan.

“TMMD kali ini ada dua sasaran meliputi sasaran pokok dan sasaran tambahan,” terang Yusub.

Yusub menegaskan, dalam TMMD tersebut akan dilakukan pembangunan fisik dan non fisik tepatnya pemberdayaan masyarakat, yang akan melibatkan sebanyak 150 personil dalam pengerjaannya meliputi TNI, Polri dan juga masyarakat.

“Untuk pembangunan fisik meliputi RTLH, pembangunan jalan hingga rehab musala. Sedangkan untuk non fisik, wawasan kebangsaan hingga sosialisasi bahaya Virus Covid-19,” pungkasnya. [yog/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar