Hukum & Kriminal

Abaikan Physical Distancing, 4 Pemuda Sukodono ini Malah Pesta Sabu

Sidoarjo (beritajatim.com) – Physical Distancing dalam Program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sidoarjo, sepertnya tak berlaku bagi empat pemuda asal Pademonegoro Kecamatan Sukodono ini.

Mereka berempat, Erga Fauzi alias Derun (21), M. Syaifuddin (21), M. Arifianto (27) dan Riyo Wahyudi (20), malah kumpul-kumpul pesta sabu, dan digrebek anggota Satreskoba Polresta Sidoarjo, Minggu (10/5/2020).

Kasatreskoba Polresta Sidoarjo AKP. Indra Nadjib mengatakan anggota Polisi beberapa kali mendapatkan laporan dari warga sekitar TKP. Salah satu rumah di gang depan Balai Desa Pademonegoro, sering dipakai untuk pesta sabu. “Warga sudah sering menginformasikan kegiatan pesta narkoba itu, dan baru kemarin waktu yang tepat untuk melakukan penggrebekan,” katanya.

Saat dilakukan penggrebekan, polisi menangkap 4 pelaku yang terbukti berperan dalam pesta sabu itu. Polisi juga menangkap penyuplai sabu beserta kurirnya. “Mereka semua langsung kami gelandang ke Mapolresta Sidoarjo untuk proses hukum,” tambahnya tegas.

Indra menceritakan, sebelum melakukan pesta narkoba ke empat tersangka berkumpul di rumah Erga. Saat kumpul itu M. Arifianto mempunyai gagasan untuk pesta sabu. Selanjutnya tersangka Erga alias Derun, mengumpulkan uang dari ketiga tersangka yang lain. Dari uang urunan itu terkumpul Rp 200 ribu.

Setelah uang terkumpul, Erga menelpon Andik Setiawan untuk memesan sabu. Dan sambil menunggu jawaban dari Andik Setiawan, mereka berempat pindah ke warkop yang berada di gang depan Balai Desa Pademonegoro Kecamatan Sukodono.

Beberapa saat kemudian Andik Setiawan menelpon Erga, jika barangnya ada, dan disuruh menemui Andik di jembatan Dungus, Sukodono. Erga pun berangkat ke Dungus mengajak Riyo. Sesampai di jembatan ternyata yang mengirim barang haram tersebut adalah Arifudin.

Erga pun langsung diberi bungkus rokok oleh Arifudin, dan di dalam rokok tersebut ada dua poket sabu. “Setelah mendapatkan sabu keduanya langsung balik ke warkop,” ungkap Indra.

Sesampainya di warkop Erga menjelaskan dua sabu itu. Poket sabu pertama adalah dari hasil urunan empat orang itu, untuk pesta sabu. Sedangkan poket sabu yang kedua adalah pesanan M. Agus Hidayatullah. “Erga ini juga jadi perantara dalam mengedarkan sabu, dan bisa juga dinamakan Pengedar,” jelasnya.

Usai menjelaskan keberadaan dua poket sabu itu, Erga mempersiapkan alat untuk pesta sabu. Dan saat itulah anggota Satresnarkoba Polresta Sidoarjo menggerebek para pelaku pesta sabu. “Mereka akan dijerat pasal 112 dan 114 dengan ancaman penjara paling lama 20 tahun,” pungkasnya. (isa/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar