Hukum & Kriminal

Terdakwa Pelanggaran Pemilu, Kades Sampangagung Dieksekusi Kejari Kabupaten Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Terdakwa pelanggaran pemilu, Suhartono dieksekusi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto. Terdakwa yang merupakan Kepala Desa (Kades) Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto dijebloskan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto dan akan  mendekam dalam sel tahanan selama dua bulan.

Nono (sapaan akrab, red) dieksekusi dari rumahnya. Setelah menjalani pemeriksaan untuk menjalani pengecekan medis selama satu jam, Terdakwa yang mengenakan pakaian warna biru kombinasi garis putih itu, akhirnya dibawa ke petugas ke Lapas Klas IIB Mojokerto, Rabu (19/12/2018).

Kepala Kejari Mojokerto, Rudy Hartono mengatakan, eksekusi itu berdasarkan putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, Nomor 599 tertanggal 13 Desember 2018. \\\”Dalam amar putusan, Ketua Majelis Hakim, Hendra Hutabarat memvonis terdakwa 2 bulan penjara, denda Rp6 juta subsider 1 bulan kurungan,\\\” ungkapnya.

Meski sempat mengajukan upaya hukum bandung, namun upaya tersebut urung dilakukan sehingga pihaknya melakukan eksekusi. Kajari berharap, kasus hukum yang menimpa terdakwa bisa menjadi cermin bagi kades-kades di daerah lain agar tidak memberikan dukungan kepada calon presiden (capres) manapun pada kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

\\\”Saya tidak mengetahuinya (terdakwa telah membayar denda, red), kalaupun membayar denda tentunya kami harus diberitahu. Kalau denda sudah dibayar, terpidana hanya menjalani hukuman 2 bulan sesuai dengan putusan,\\\” tegasnya.

Sementara itu, terdakwa mengaku, akan tetap menghormati putusan hukum yang berlaku. \\\”Kita jalani apa adanya sesuai dengan hukum yang berlaku. Kita bertanggungjawab atas apa yang kita lakukan,\\\” tuturnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar