Hukum & Kriminal

Diserang, Perkakas Warkop Hancur, Korban Terima 16 Jahitan

Sidoarjo (beritajatim.com)–Dugaan karena dipicu saling ejek, belasan warga dengan seperti membawa senjata tajam menyerang warga liannya yang sedang cangkruk di Warkop Pelangi di Desa Medalem RT 3/RW 1, Kecamatan Tulangan. Dua warga mengalami luka robek serta perkakas warkop banyak yang rusak.

Dari informasi yang dihimpun di lokasi, saat itu ada sekitar belasan warga Desa Medalem sedang asyik ngopi di warkop yang ada di ujung pertigaan jalan tersebut. Termasuk Adi (28), warga Desa Sudimoro RT4 RW 02 yang rumahnya bersebelahan dengan warkop tersebut.

Adi menceritakan, tiba-tiba puluhan massa yang membawa senjata tajam mendatangi warung itu. Diketahui puluhan massa tersebut merupakan warga Desa Durungbedug, Kecamatan Candi yang berada di seberang jembatan dekat lokasi kejadian.

\\\”Mereka kebanyakan datang naik motor berbonceng tiga. Mereka juga kelihatan membawa senjata tajam,\\\” terang Adi saat ditemui di rumahnya, Senin (24/12/2018).

Setelah memarkir motornya, massa langsung memukuli warga yang ada di warung tersebut. Warga yang ada di warung semburat dan tak berani melawan lantaran massa sebagian besar membawa senjata tajam.

\\\”Saya dipukul pakai botol minuman dari kaca dua kali. Kemudian pingsan dan saat sadar saya sudah di rumah sakit,” imbuh pria yang masih bujang itu.

Akibat pukulan benda tajam itu, Adi harus mendapatkan 16 jahitan di tubuhnya. Tujuh di kepala, satu di tangan, dan enam di kaki. \\\”Lihat ini tubuh saya ada 16 jahitan,\\\” aku Adi sambil menunjukkan kepalanya.

Tak hanya Adi yang jadi korban. Timan yang merupakan perangkat desa setempat juga menjadi korban penyerangan. Ia juga luka robek di tubuhnya. Selain itu, perkakas warung seperti gelas dan sejumlah kaca rumah warga juga pecah akibat serbuan massa.

Aksi penyerangan berhenti setelah personel Polsek Tulangan tiba di lokasi. Suasana kampung juga sempat mencekam pascakejadian tersebut. Polisi sempat menjaga lokasi kejadian untuk mencegah adanya penyerangan kembali di lokasi tersebut.

Menanggapi hal ini, Kapolsek Tulangan AKP Nadzir Syah, mengungkapkan dugaan penyerangan adalah emosi dari ejekan warga.\\\”Pemicunya sepertinya karena omongan,\\\” tegas Nadzir.

Masih kata Nadzir, setelah kejadian itu, pihaknya juga telah menurunkan personel untuk melakukan penyelidikan dan pengamanan di lokasi kejadian.

\\\”Kepala Desa dari dua desa yang terlibat juga sudah bertemu di lokasi,\\\” tukasnya.

Kendati demikian, pihaknya juga belum melakukan langkah represif terhadap peristiwa penyerangan itu. Nadzir akan mengupayakan langkah mediasi guna meredam kejadian sama terulang di lain kesempatan.

\\\”Saksi korban sudah kami periksa. Soal tersangka siapanya belum ada,\\\” tegas Nadzir.

Nadzir berharap, kedua kepala desa setempat dapat membantu meredam dan bermediasi atas peristiwa yang terjadi pada Minggu dini hari itu.

Kendati demikian, pihaknya juga tengah menyiagakan personel dan Bhabinkamtibmas setempat untuk membantu mengondusifkan situasi di lokasi kejadian. [isa/air]


Apa Reaksi Anda?

Komentar