Hukum & Kriminal

Dieksekusi Kejari Kabupaten Mojokerto, Terdakwa Pelanggaran Pemilu Tetap Dukung Prabowo-Sandy

Mojokerto (beritajatim.com) – Terdakwa pelanggaran pemilu, Suhartono dieksekusi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto dan dijebloskan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto. Terdakwa yang merupakan Kepala Desa (Kades) Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto mengaku akan tetap mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

\\\”Kita konsekuen saja. Saya jalani apa adanya sesuai dengan hukum yang berlaku. Saya bertanggungjawab atas apa yang saya lakukan. Upaya hukum banding saya, memang saya cabut karena ini sebagai bentuk tanggungjawab, kita tidak mau bertele-tele. Intinya kita bertanggungjawab, gitu aja. Tidak ada intervensi,\\\”ungkap terdakwa, Rabu (19/12/2018).

Masih kata Nono (sapaan akrab, red) yang pernah membuat gempar Mojokerto dengan videonya tidur di atas uang jutaan rupiah tersebut mengaku masih mendukung Prabowo-Sandy. Kendati harus menjadi penghuni Lapas Klas IIB Mojokerto, hal itu tidak akan menyurutkan dukungannya terhadap paslon Prabowo-Sandi. \\\”Tidak ada (perubahan dukungan, red). Tetap (tetap Prabowo-Sandy, red),\\\” tegasnya.

Ketua Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, Hendra Hutabarat, menjatuhkan vonis 2 bulan penjara, denda Rp6 juta subsider 1 bulan kurungan. Kades Nono terbukti bersalah melanggar Pasal 490 juncto Pasal 282 UU RI No 7 tahun 2017 tentang Pemilu.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar