Hukum & Kriminal

HUT Ke-74 Republik Indonesia

718 Warga Binaan Lapas Pamekasan Diusulkan Terima Remisi

Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 718 warga binaan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan, diusulkan menerima remisi HUT Ke-74 Republik Indonesia ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM).

Jumlah tersebut dinilai sudah memenuhi kriteria dan ketentuan seperti yang tertuan dalam Pasal 14 Huruf L Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Cuti Menjelang Bebas atau cuti yang diberikan setelah warga binaan menjalani lebih dari dua pertiga masa pidana.

“Warga binaan yang kami ajukan mendapatkan remisi ini sudah memenuhi ketentuan, sebagaimana diatur dan ditetapkan oleh Kemenkum HAM. Di antaranya warga binaan berkelakuan baik, tidak pernah melakukan pelanggaran selama menjalani masa hukuman dan lainnya,” kata Kepala Lapas Kelas IIA Pamekasan, Hanafi, Senin (12/8/2019).

Dari total tersebut, tercatat sebanyak 432 orang warga binaan kasus penyalahgunaan narkoba, sebanyak 280 kasus tindak pidana kriminal, sisanya kasus korupsi. “Secara keseluruhan yang kami usulkan adalah warga binaan yang memenuhi ketentuan,” ungkapnya.

Hanya saja jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan tahun lalu, yakni hanya sebanyak 489 warga binaan yang terdiri dari berbagai kasus. Masing-masing sebanyak 71 warga binaan remisi sebulan, 133 remisi dua bulan, 166 remisi tiga bulan, 85 remisi empat bulan, 26 bulan remisi lima bulan serta 8 warga binaan remisi enam bulan.

Hal tersebut sesuai diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan, serta Keputusan Presiden RI Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi. “Dalam poin tersebut tertuang yang berhak mengajukan remisi, mereka yang sudah menjalani tahanan minimal 6 bulan penjara dan berkelakuan baik selama berada di dalam penjara.,” jelasnya.

“Ada lima jenis remisi sebagaimana diatur dalam Pasal 34 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999, yakni remisi umum, remisi umum susulan, remisi khusus, remisi khusus susulan dan remisi tambahan,” imbuhnya.

Remisi Umum diberikan pada hari peringatan kemerdekaan RI, 17 Agustus dan Remisi Umum Susulan diberikan
kepada narapidana dan anak pidana yang pada tanggal 17 Agustus telah menjalani masa penahanan paling singkat 6 (enam) bulan dan belum menerima putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Remisi Khusus diberikan pada hari besar keagamaan yang dianut oleh narapidana dan anak pidana yang bersangkutan, sedangkan Remisi Khusus Susulan diberikan kepada narapidana dan anak pidana yang pada hari besar keagamaan sesuai dengan agama yang dianutnya telah menjalani masa penahanan paling singkat 6 (enam) bulan dan belum menerima putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Sementara Remisi Tambahan, yakni kedua remisi di atas dapat ditambah apabila narapidana atau anak pidana yang bersangkutan selama menjalani pidana berbuat jasa kepada Negara, melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi negara atau kemanusiaan, dan melakukan perbuatan yang membantu kegiatan pembinaan di Lapas. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar