Hukum & Kriminal

7 Tahun Menikah Belum Punya Momongan, Pembantu Culik Anak Majikan

Korban penculikan diapit oleh dua tersangka, yaitu S dan AB.

Surabaya (beritajatim.com) – Pelaku penculikan anak perempuan inisial RW, anak dari warga negara Malaysia adalah pembantu korban. Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyatakan Tersangka S (isteri tsk AB) yang diketahui warga Pasuruan ini sejak tiga tahun yang lalu bekerja membantu di rumah tangga keluarga korban.

“Nomor HP tersangka S sejak lima bulan yang lalu tidak bisa dihubungi,” ujar Kapolda, Kamis (12/2/2020).

Anak yang menjadi korban akan diserahkan kepada Komisi Perlindungan Anak untuk dilakukan pengawasan. Adapun motif sementara menurut pengakuan tersangka ingin punya anak (sebagai pancingan) karena sudah menikah selama tujuh tahun belum punya anak.

“Jadi alasannya untuk mancing karena tujuh tahun sudah menikah dan belum mempunyai anak, tidak ada motif untuk dijual,” ujar Kapolda.

Anak tersebut sampai saat ini masih dalam pengawasan polisi dan dititipkan di tempat penitipan anak dan didampingi pengasug sambil menunggu jemputan dari orang tua korban.

“Pelaku kita kenakan Undang-undang perlindungan anak,” ujar Kapolda.

Perlu diketahui, pasangan suami isteri (Pasutri) berinisial AB dan S warga Ds. Wates Kec. Lekok Kota Pasuruan ditangkap Polda Jatim. Keduanya diduga membawa pergi anak perempuan usia tiga tahun berinisial RW anak dari warga negara Malaysia.

“Kami menerima pengaduan dari warga negara Malaysia dari bulan Desember, yang mana anak perempuannya yang berinisial RW dibawa tanpa ijin oleh pasangan suami isteri yang djanggap keluarga. Mereka dibawa, sebelumnya ada komunikasi setelah itu tidak ada komunikasi,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Kamis (12/3/2020).

Orang tua tersebut kemudian mengadu kepada PDRM kemudian menghubungi Kedubes Indonesia di Malaysia. Kemudian Kedubes Indonesia menghubungi Divhubter Polri dan dilakukan pebyelidikan lalu dilakukan penangkapan terhadap tersangka di Pasuruan.

“Akhirnya tim dari Krimum dan Polresta Pasuruan melacak dan akhirnya didapat pasutri tersebur dan betul ada anak inisial RW tersebut yang dibawa tanpa seijin orangtuanya. Dan kami sudah berkoordinasi dengan krimum dengan pihak kepolisian Malaysia,” ujarnya. [uci/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar