Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

7 Pengedar Narkoba Dibekuk Polres Lamongan, 2 Sepasang Kekasih

Lamongan (beritajatim.com) – Seorang warga asal Surabaya yang bernama Kusnadi (40) kedapatan memiliki dan mengedarkan ganja seberat 1 kilogram. Karena aksinya tersebut, tersangka harus digelandang oleh pihak Kepolisian Lamongan.

Dalam kesempatan tersebut, Kusnadi menyebut, bahwa dirinya memperoleh barang haram itu melalui pembelian yang ia lakukan secara online. Ia juga menjelaskan, awalnya ganja yang ia beli itu seberat 5 kg, karena habis terjual, saat ini yang tersisa hanya 1 kg saja.

 

Sayangnya, tersangka berulangkali bungkam saat ditanya tentang identitas dari penyuplai ganja tersebut. Ia beralasan tidak tahu menahu, lantaran semuanya ia lakukan melalui proses online. “Tidak tahu. Saya beli melalui online dan tidak tahu siapa penjualnya. Namanya pakai inisial saja,” kata Kusnadi di hadapan petugas kepolisian Lamongan saat press release di Mapolres Lamongan, Selasa (29/6/2021).

Berdasarkan informasi lebih lanjut, selain mengamankan tersangka pemilik 1 kg ganja tersebut, Satreskoba Polres Lamongan juga berhasil membekuk 6 Pengedar narkoba jenis lainnya.

Adapun 6 tersangka lainnya tersebut masing-masing adalah Yohara Bara Pratama Putra (39), Ari Yoga Pratama (36), Darsum (35), Prayitno (41), Faisol Fathurrohman (29), dan Ahsana Melati Perdamia (29). Lebih jauh, dari 6 tersangka tersebut polisi tidak menemui kendala saat melakukan pengembangan penyelidikan dan penyidikan.

Menariknya lagi, dari total 7 tersangka ini, 2 di antaranya merupakan sepasang kekasih, yakni Faisol Fathurrohman (29) dan Ahsana Melati Perdamia (29), keduanya warga Brondong, yang turut ditangkap karena menjadi pengedar Pil dobel L. “Keduanya mengaku terpaksa melakukan ini demi memenuhi kebutuhan hidup bersama,” terang Kasat Reskoba, AKP Achmad Khusen.

Sementara itu, Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana mengungkapkan, bahwa Polisi tidak akan serta merta percaya dengan pengakuan tersangka ini. Menurutnya, pihak Kepolisian juga terus berusaha menyelidiki asal muasal banyaknya ganja yang didapatkan oleh para tersangka.

“Selain ganja 1 kg, barang bukti sabu-sabu seberat 135,07 gram juga didapatkan dari tangan tersangka saat digeledah di rumahnya yang diakuinya dibeli dari seseorang asal Pasuruan,” papar AKBP Miko Indrayana.

AKBP Miko menerangkan, 7 tersangka yang berhasil diamankan dalam 2 pekan selama bulan Juni ini dipastikan bukan jaringan. Para tersangka berdiri sendiri-sendiri dan hanya Faisol dan Ahsana yang bekerja bareng sebagai pengedar.

“Para tersangka akan dijerat Pasal 112 ayat 1 UU nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana paling pendek 4 tahun dan maksimal 12 tahun. Sementara tersangka pengedar Ganja dan pemilik sabu-sabu lainnya dijerat Pasal 111, Pasal 114 ayat (2) nomor 35, hukuman minimal 6 tahun, maksimal 20 tahun,” tegasnya. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar