Hukum & Kriminal

Sepanjang Tahun 2019

7 Pecandu Narkoba Dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Lawang

Lumajang (beritajatim.com) – Selama tahun 2019, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lumajang merehabilitasi 36 pengguna dan pencandu narkoba. Ada 7 pecandu harus harus dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang – Malang dan 1 ke RSAL Surabaya.

“Ada 25 penggunaan dirawat jalan di Klinik Pratama BNNK Lumajang dan RS Jatiroto,” kata Kepala BNN Kabupaten Lumajang, AKBP Indra Brahmana pada wartawan di kantornya, Selasa (31/12/2019).

Masih kata dia, ada sekitar 24 pengguna masih pelajar harus dilakukan rehablitasa ketahuan oleh orang tuanya. Bahkan, ada pelajar SMP yang sudah mengkonsumsi sabu-sabu dan ganja akibat salah pergaulan.

“Rata-rata pengguna masih pelajar memiliki persoalan di keluarga, yakni ibu dan bapaknya merantau keluar negeri,” paparnnya.

BNNK Lumajang sangat mengapresiasi pada orang tua yang menemukan anaknya untuk direhabilitasi. Sehingga tidak ada rasa malu atau stigma buruk di masyarakat.

“Kami harus membuka jam malam bagi anak-anak yang rehabilitasi jalan,” terang pria dengan melati dua dipundaknya.

Untuk 7 pengguna yang alami gangguan kejiwaan dan dibawa ke RSJ Lawang dikarenakan mengkonsumsi pil koplo berlebihan. Sehingga saraf pada otaknya rusak dan tidak mengenali dirinya sendiri dalam halusinasi luar biasa.

“Jujur kami alami peningkatan pasien rehabilitasi dari 20 pengguna menjadi 36 orang di tahun 2019 ini,” pungkasnya. [har/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar