Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

7 Karyawan di Surabaya Ini Kompak Gelapkan Plat Besi Perusahaan

Kapolsek Asemrowo Kompol Hari Kurniawan didampingi Kanit Reskrim Iptu Afrizal Akbar Haris menunjukkan tujuh tersangka beserta barang bukti.

Surabaya (beritajatim.com) – Tujuh karyawan PT Persada Wijaya Sentosa diamankan anggota Unit Reskrim Polsek Asemrowo, Rabu (01/09/2021). Penangkapan dilakukan setelah melakukan penggelapan plat besi milik perusahaan di pergudangan yang berada di Jl Margomulyo Permai Blok DD 08, Surabaya.

Mereka yang telah diamankan ialah Askur (52) asal Gresik sebagai satpam perusahaan, Wareh Subagyo (34) warga Kalianak Timur selaku kernet, Derik Riyanto (34) warga Polo Sawah selaku operator crane, Alvian Dicky Basofi(23) asal Jombang selaku admin, AJ (37) asal Simo selaku kepala gudang, AP (36) asal Candi Lontar Utara selaku ceker.

Kapolsek Asemrowo Kompol Hari Kurniawan mengatakan, dalam aksinya, mereka melakukan duplikat terhadap kunci gudang.

“Tersangka berinisial A, DR, WS, ADB bekerja sama melakukan pencurian dengan cara menggandakan kunci gudang dan selanjutnya pada malam hari komplotan tersebut mencuri besi,” kata dia, Senin (4/10/2021).

Terungkapnya pencurian dan penggelapan di perusahaan distributor besi ini berawal dari adanya nilai kerugian yang fantastis terhadap perusahaan tersebut. Diperkirakan perusahaan merugi hingga 500 juta. Kemudian, kejanggalan tersebut dilaporkan kepada Unit Reskrim Polsek Asemrowo dibantu Unit Resmob Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

“Awal terungkap setelah saksi melihat adanya kejanggalan bahwa nilai terdapat kerugian fantastis dalam perusahan,” terangnya.

Anggota kemudian melakukan penyelidikan dan melakukan interogasi para saksi. Termasuk juga mengecek rekaman closed circuit television (CCTV).

“Akhirnya kita kembangan ada petunjuk dari rekaman CCTV dan keterangan saksi, ternyata aksi tersebut dilakukan karyawannya sendiri,” lanjutnya.

Tidak lama kemudian, polisi mengamankan 4 pelaku untuk dilakukan pendalaman dan pemeriksaan di Mapolsek Asemrowo. Kemudian, dari pemeriksaan menyebut ada 3 pelaku lagi yang ikut terlibat.

Tidak tanggung-tanggung, komplotan ini berhasil menggasak ratusan plat besi yang kemudian dijual kepada penadah berinisial J di wilayah Osowilangun.

“Pengakuannya dua kali melakukan perbuatan pencurian, namun ketika kita lakukan penyidikan lebih dalam dan audit ada nilai kerugian besar sekitar 528 juta lebih,” jelas Hari.

Sementara itu, otak aksi kejahatan diketahui ialah Askur (52), selaku satpam perusahaan mengaku telah melakukan pencurian sebanyak dua kali di tempatnya bekerja.

Askur sendiri sudah bekerja di tempat tersebut sejak 2012. Dia mengaku faktor ekonomi dan adanya celah membuat dia nekat melakukan pencurian berencana.

“Dua kali kami bekerja sama mencuri. Mereka yang terlibat saya ajak, caranya dengan menghubungi satu-satu melalui via WhatsApp,” akui dia dengan tertunduk lesu.

Dari aksi kejahatan ini, polisi mengamankan uang tunai sebesar Rp 29.460,000 hasil penjualan plat besi diantaranya plat strip sebanyak 162 buah, stok ex spindo, stok aval bandingin, stok baneser dan data stok opname plat strip milik perusahaan.

Atas tindak kejahatan itu, pelaku terancam terjerat pasal 363 KUHP dengan pidana paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 900 juta dan pasal 374 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun. [ang/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar