Hukum & Kriminal

9 Pemuda Diamankan

Hajar Pelaku Perkosaan, Fito dan Alvin Dikeroyok Hingga Tewas

Pelaku pengeroyokan menjalani gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya belum lama ini. [Foto/Manik Priyo Prabowo]

Surabaya (beritajatim.com) – Nasib Fito (18) dan Alvin (18), warga yang indekos di Wonocolo Surabaya, sungguh tragis. Mereka dikeroyok sekitar 20 pemuda hingga tewas. Padahal, awalnya Fito dan Alvin menolong seorang gadis berinisial M (18), yang jadi korban pemerkosaan oleh seorang pelaku bernama Bayu (18).

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Ambuka Yudha menjelaskan, Fito dan Alvin adalah korban pengeroyokan oleh 20 pelaku. Dari jumlah itu, sebanyak sembilan pelaku sudah ditangkap. Sedangkan lainnya masih buron.

“Awal kasusnya adalah perkosaan oleh pelaku Bayu. Bayu dihajar oleh Fito dan Alvin karena perbuatan cabulnya. Namun Bayu tak terima. Kemudian melaporkan ke rekannya bahwa dirinya usai dikeroyok dua pemuda tanpa sebab,” jelas Ambuka Yudha kepada, Jumat (28/5/2021).

Mendengar Bayu dikeroyok tanpa sebab, rekan-rekannya tak kuasa menahan amarah. Para pemuda dan pelajar ini menghubungi Fito dan Alvin melalui jejaring sosial untuk keluar dan meladeni Bayu. Tantangan itu diterima.

Di sekitar restoran cepat saji, Bayu bersama rekan-rekannya mengeroyok Fito dan Alvin. Pukulan dan tendangan bertubi-tubi mendarat di tubuh kedua pemuda tersebut. Bahkan menurut kepolisian, Fito mendapatkan kekerasan di bagian kepala. Diduga itu pula yang menjadi penyebab kematiannya.

Tak hanya pukulan tangan kosong, dugaan terparah adalah kepala Fito dibenturkan tembok. “Benturan ke tembok ini yang diduga menjadi penyebab kematian korban bernama Fito. Kita selidiki satu per satu. Melalui kamera pengawas kita cek siapa saja yang memukul kedua korban,” papar Ambuka.

Tak hanya satu lokasi, kuat dugaan para pemuda yang jumlahnya 15 hingga 20 orang ini mengeroyok kedua korban di tiga titik lokasi berbeda. Kamera pengawas di sejumlah titik menjadi kunci keberhasilan kepolisian mengungkap aksi kejahatan berujung kematian ini.

“Kita masih dalami dan kemungkinan akan ada pelaku lain yang akan dipanggil satu per satu jika sudah cukup bukti. Sementara masih tiga pelaku dan bertambah enam pelaku. Jadi total sudah ada sembilan pelaku,” tambah Iptu Agung Kurnia Putra, Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Sementara itu, menurut salah seorang pelaku, dia emosi karena mendapatkan kabar Bayu dikeroyok. Namun apa yang dikatakan Bayu ternyata berbeda dengan kenyataan. Bayu awalnya bilang dikeroyok tanpa sebab. Padahal Fito dan Alvin menghajar Bayu lantaran memerkosa seorang gadis.

Meski turut memukul dan menghajar Fito, pelaku berinisial AK (19) ini tak mengetahui ada berapa puluh orang yang memukul kedua korban. “Saya hanya memukul dua kali di wajah dan sekali di pundak belakang. Saya gak tahu ada berapa jumlah rekan saya yang ikut mengeroyok korban. Saya juga tidak tahu siapa yang membeturkan kepala korban ke tembok,” elaknya.

Kini sembilan pelaku sudah ditetapkan tersangka. Kepolisian masih mendalami kasus peneroyokan berujung kematian ini. Para pelaku dijerat pasal 170 KUHP. Sedangkan satu pelaku bernama Bayu dijerat dua pasal karena pelaku melakukan pemerkosaan dan pengeniayaan. [man/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar