Hukum & Kriminal

Edisi Januari Hingga Mei 2021

64 Tersangka dari 40 Kasus Narkoba Pamekasan Diungkap Polisi

Kasat Reskoba Polres Pamekasan, AKP Bambang Hermanto (kanan) menjalani test urine dalam rangka memastikan aman dari narkoba di Gedung Bhayangkara Polres Pamekasan, Jl Stadion 81, Senin (24/5/2021).

Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 64 tersangka dari total 40 kasus penyalahgunaan narkoba, berhasil diungkap dan ditangkap jajaran personil Satreskoba Polres Pamekasan, khususnya dalam lima bulan terakhir.

Angka tersebut merupakan hasil ungkap kasus yang dilakukan personil Polres Pamekasan sejak Januari hingga Mei 2021, di mana jumlah tersangka lebih banyak dibandingkan jumlah kasus yang menjadi salah satu atensi korp baju cokelat.

“Total kasus penyalahgunaan narkoba sejak Januari hingga Mei 2021 sebanyak 40 kasus dengan total sebanyak 64 tersangka,” kata Kasat Reskoba Polres Pamekasan, AKP Bambang Hermanto, melalui Kasubbag Humas AKP Nining Dyah, Selasa (25/5/2021).

Selain itu, puluhan hingga ratusan Barang Bukti alias BB berhasil diamankan petugas dalam kasus penyalahgunaan narkoba. “Untuk BB terdapat sebanyak 247 butir pil, serta seberat 85,65 gram sabu berhasil kita amankan dalam kurun waktu lima bulan terakhir,” ungkapnya.

Memang komitmen korp baju cokelat dalam memberantas narkoba juga terbilang serius, hal itu dibuktikan dengan penandatanganan kesepakatan alias Memorandum of Understanding (MoU) melalui tagline pakta integritas bersih dari narkoba di Gedung Bhayangkara Polres Pamekasan, Jl Stadion 81, Senin (24/5/2021) kemarin.

Bahkan dalam kesempatan tersebut, sejumlah personil dipimpin Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar beserta jajaran pejabat utama juga menjalani test urine guna memastikan mereka aman dari penyalahgunaan narkoba yang sangat meresahkan.

Sementara berdasar data kasus penyalagunaan narkoba edisi 2020 yang diungkap jajaran Satreskoba Polres Pamekasan, naik sekitar 15,79 persen dibandingkan ungkap kasus serupa pada edisi 2019 lalu. Angka tersebut terdata sebanyak 110 kasus, lebih tinggi 15 kasus dibandingkan kasus serupa pada 2019 dengan total sebanyak 95 kasus.

Selain angka kasus, jumlah tersangka dalam kasus tersebut juga mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai prosentase mencapai angka 37,80 persen. Di mana total tersangka pada 2019 tercatat sebanyak 127 orang, sedangkan tahun ini sebanyak 175 orang.

Tidak hanya untuk angka kasus maupun tersangka penyalahgunaan narkoba, peningkatan serupa juga terdapat pada jenis barang bukti yang berhasil diamankan petugas. Seberat 157,13 gram sabu dan sebanyak 120 butir pil ekstasi pada 2019, naik menjadi seberat 180,61 gram sabu dan sebanyak 632 butir pil ekstasi pada 2020. [pin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar