Hukum & Kriminal

Sebulan Penyelidikan Laka Kerja PT Enero, Belum Ada Tersangka

Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Penyelidikan kasus kecelakaan kerja yang menewaskan tiga korban di PT Energi Agro Nusantara (PT ENERO) pada Sabtu (11/4/2020) lalu masih terus dilakukan penyelidikan.

Hampir sebulan berlalu, pihak kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto mengatakan, hingga saat ini pihaknya memang belum menyimpulkan kasus kecelakaan kerja tersebut. Pihaknya mengaku, masih diperlukan penggalian data dan barang bukti yang cukup sebelum menyimpulkan kasus tersebut.

“Kalau ngomong soal tersangka harus hati-hati benar. Saat ini masih saksi semua, belum ada tersangka. Kalau sudah ada tersangka otomatis kita gelarkan dulu. Nanti akan dilakukan gelar perkara (untuk memutuskan, red), siapa yang paling bertanggungjawab,” ungkapnya, Jumat (8/5/2020).

Masih kata Kapolresta, gelar perkara penting dilakukan sebelum penetapan tersangka dalam sebuah kasus. Tujuannya agar tidak terjadi kesalahan dalam proses penindakan hukum sehingga tidak ada pihak yang bakal dirugikan lantaran kesalahan dalam menyimpulkan sebuah perkara.

“Tidak mungkin kemudian secara pertanggungjawaban pidana yang berbuat itu adalah kapolsek, kemudian saya (Kapolres) jadi tersangka (jika terjadi kesalahan dalam menyimpulkan sebuah perkara, red). Kami harus jeli dalam hal ini, saat ini kita masih mendalami SOP perusahaan itu bagaimana. Standar keamanan kerjanya seperti apa,” tegasnya.

Sebelumnya, kecelakaan kerja di PT ENERO, Sabtu (11/4/2020) menyebabkan tiga pekerja tewas, dua lainnya selamat. Korban tewas yakni eni Trio Sucahyo warga Jalan Margitosan RT 011 RW 04, Desa Gembongan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Adhi Bayu Nugraha warga Dusun Sukosewu, RT 08 RW 02, Desa
Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Rudik warga Dusun Sukosewu, Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Sementara dua selamat yakni Achmad Jainun (55) warga Dusun Ngudi RT 021 RW 04, Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto dan Koirul Hidayat (28) warga Dusun Gobah, Desa Gembongan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar