Hukum & Kriminal

5 Pemuda Ini Manfaatkan Kesibukan Pemilu untuk Edarkan Narkoba

Jombang (beritajatim.com) – Lima pemuda ini berniat mengambil kesempatan dan kesempitan. Betapa tidak, ketika mengetahui kesibukan polisi mengamankan pemilu 2019, mereka justru memanfaatkan peluang tersebut untuk mengedarkan narkoba jenis pil koplo.

Namun beruntung, korps berseragam coklat mencium gelagat itu. Bahkan, polisi akhirnya berhasil membekuk lima pelaku tersebut secara berantai. “Mereka terdiri dari bandar dan pengedar. Para pelaku kita tangkap seputar pemilu,” kata Kepala Satuan Reserse dan Narkoba (Kasat Reskoba) Polres Jombang AKP M Mukid, Jumat (26/4/2019).

Selain menangkap lima pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa pil koplo sebanyak 42 ribu butir. Mukid mengakui, kelimanya mengedarkan pil koplo tersebut dengan memanfaatkan momen kesibukan Pemilu 2019.

Salah satu tersangka berinisial AG kepada petugas mengatakan, awalnya dia berpikir polisi akan mengedurkan pemberantasan narkoba. Pasalnya, selama April 2019, polisi sibuk melalukan pengamanan. Namun prediksi AG ternyata meleset. Perang terhadap peredaran narkoba tetap ditabuh oleh polisi.

“Meski pemilu, kami tetap memasang semua jaringan informasi, dan melakukan antisipasi. Sehingga bisa menangkap mereka. Padahal, pengakuan dari pelaku, mereka ingin memanfaatkan celah pemilu ini,” ungkap Mukid.

Mukid mengungkapkan, kelima tersangka ini sudah masuh daftar target operasi. Para pelaku masih tersambung dalam satu jaringan dan sudah beroperasi selama satu tahun. Pola penjualan mereka menggunakan sistem ranjau. Yakni, pil koplo ditaruh di tempat sampah, sebelum diambil oleh pembelinya.

“Atas perbuatannya kelima tersangka dijerat pasal 196 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Mukid saat merilis kasus tersebut. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar