Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

5 Korban Investasi Bodong Lapor Polisi, Begini Cerita Mereka

Pelaku penipuan jual beli kelinci dan investasi bodong saat diamankan di Polsek Jenu, Polres Tuban.[foto : M Muthohar]

Tuban (beritajatim.com) – Sejumlah korban penipuan investasi bodong jual beli kelinci yang dilakukan oleh Giyang Mihdiyan Arifta Putra (28), warga Desa Tuwiri Kulon, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, berdatangan ke Polsek Jenu, Jumat (22/10/2021).

Sedikitnya, sudah ada lima korban yang datang ke Polsek Jenu untuk memastikan apakah benar yang ditangkap adalah pelaku yang menipu meraka. Bahkan salah satu korban yang merupakan perempuan muda menangis setelah mengetahui bahwa dirinya tertipu hingga jutaan rupiah.

Dari data yang dihimpun beritajatim.com, salah satu korban penipuan investasi bodong dengan modus jual beli kelinci itu bernama HN (25), warga Kecamatan Jenu. Korban kenal dengan pelaku sejak beberapa bulan lalu lantaran sering membeli kelinci di rumah pelaku.

“Saya dulu kan awalnya sering beli kelinci di rumahnya. Kemudian setelah kenal, dia pinjam uang ke saya untuk modal, karena sudah kenal ya saya kasih,” ujar HN, salah satu korban saat berada di Polsek Jenu.

Menurutnya, memang awal-awal pelaku mengembalikan uang itu terhitung cepat. Namun setelah mengambalikan kemudian pelaku itu minta hutang lagi untuk modal dengan jumlah yang semakin banyak. Sehingga ketika korban sudah banyak mengeluarkan uang, pelaku sulit mengembalikan dan terus berkelit.

“Yang terakhir itu minta ke saya sekitar Rp 6 juta. Tapi waktu saya tagih, sudah mulai janji-janji terus. Dan tadi saya telpon ternyata orangnya sudah di kantor polisi, saya juga kaget,” tambahnya.

Berdasarkan dari keterangan korban lain yang merupakan warga Kecamatan Semanding, dalam melakukan penipuan investasi bodong, pelaku menjanjikan hasil yang besar. Korban yang menanam modal awal Rp 5 juta, dalam waktu yang tidak lama kemudian dikembalikan sebanyak Rp 6 juta. Namun selanjutnya pelaku kemudian meminta korban untuk menanam modal yang lebih besar lagi.

“Kalau saya totalnya Rp 15 juta. Waktu itu karena sudah ada teman yang tanam modal ke dia, akhirnya saya ikut juga. Tahu kalau ini penipuan setelah ada salah satu korban upload di facebook,” ujar korban penipuan investasi bodong.

Sementara itu, Kapolsek Jenu AKP Rukimin menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih dalam atas kasus penipuan dengan kerugian para korban sekitar Rp 1,5 miliar. Pihak kepolisian meminta kepada warga yang merasa menjadi korban untuk bisa datang ke Polsek Jenu.

“Bagi warga yang merasa dirugikan investasi bodong jual beli kelinci bisa datang ke Polsek Jenu. Sejauh ini baru ada lima korban yang melapor dari sekitar 50 orang yang jadi korban. Ini berdasarkan pengakuan pelaku,” ujar AKP Rukimin.

Seperti diberitakan sebelumnya, petugas kepolisian dari jajaran Polsek Jenu, menangkap seorang pemuda yang diduga melakukan penipuan dengan modus investasi bodong jual beli Kelinci dengan korban hingga puluhan orang. Pelaku yang bernama Giyang Mihdiyan Arifta Putra (28), berhasil membawa uang para korbannya dengan total sebesar Rp 1,5 miliar. [mut/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar