Hukum & Kriminal

5 Jam Diperiksa KPK, Ini Pengakuan Wakil Bupati Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 18 pertanyaan diajukan tim penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi. Yakni terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai Rp4,5 milyar yang menjerat Bupati Mojokerto non aktif, Mustofa Kamal Pasa.

Orang nomor dua di Kabupaten Mojokerto ini datang untuk menjalani pemeriksaan di ruang aula Wira Pratama Mapolres Mojokerto sekira pukul 10.15 WIB. Wakil Bupati turun dari ruang pemeriksaan di lantai II sekira pukul 16.00 WIB dan langsung memberikan keterangan kepada awak media.

“Ya ya ini apa, melanjutkan kasusnya Bapak. Yang ini, saya kan dipanggil untuk memberikan keterangan. TPPU, yang lanjutannya TPPU. Tadi sudah saya jelaskan ke penyidik yang saya tahu,” ungkapnya, Rabu (27/3/2019).

Namun saat ditanya awak media apakah pertanyaan yang diajukan lembaga antirasuah juga menyangkut asal usul uang gratifikasi suap Bupati Mojokerto non aktif Mustofa Kamal Pasa, Wakil Bupati mengaku tidak ada pertanyaan terkait hal tersebut. Pasalnya, kasus tersebut terjadi pada periode sebelumnya.

“Saya kan belum waktu itu (menjabat sebagai Wakil Bupati, red), tidak ada pertanyaan itu. Itu kan tahun, periode lama (2010-2015). Berapa sih, wong sampai kesehatan, sampai ini, sampai ini, 18 lah (pertanyaan yang diajukan tim penyidik KPK, red),” jelasnya.

Wakil Bupati juga membantah ada pertanyaan dari tim penyidik KPK terkait dugaan jual beli jabatan karena ia menegaskan jika kasus tersebut terjadi saat periode pertama Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa yakni 2010-2015. Menurutnya semua sudah dijelaskan Wakil Bupati kepada tim penyidik KPK sesuai yang ia ketahui.

“Saya tidak ada disitu, saya tidak ada pertanyaan itu (jual beli jabatan, red). Tapi saya sudah jelaskan semua sesuai yang saya ketahui. Aset sama saja, saya cuma dikasih pertanyaan ada hubungan kerja atau ndak? Saya bilang beda pekerjaan dengan saya. Saya kan pengusaha gula,” tegasnya.

Sementara saat awak media menanyakan apakah ada kemungkinan Wakil Bupati akan dipanggil kembali oleh tim penyidik KPK? Wakil Bupati menegaskan, jika semua sudah disampaikan sehingga tidak ada kemungkinan ia akan dipanggil lagi.

“Insya Allah ndak lah, sudah cukup saya berikan semua. Matur suwun, matur suwun ya,” pungkasnya sambil keluar menuju mobil dinas (mobdin) Wakil Bupati Mojokerto yang berada di halaman depan Mapolres Mojokerto Kota.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar