Hukum & Kriminal

45 Anggota PSHT Jadi Tersangka Penganiayaan dan Pengrusakan Rumah di Situbondo

Situbondo (beritajatim.com) – Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko merilis tersangka penganiayaan dan pengerusakan terhadap orang dan barang di dua desa di Kabupaten Situbondo, Minggu (9/8/2020). Ada 45 anggota kelompok pencaksilat dari perguruan Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) yang ditetapkan menjadi tersangka.

Menurut Wisnu, kejadian ini bermula saat kelompok pencaksilat dari perguruan Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) Kabupaten Situbondo, melakukan perayaan (ueforia) saat kenaikan pangkat. Saat melintas di depan Desa Trubungan, Kecamatan Mangaran dan Desa Kayu Putih, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, beberapa orang mengambil bendera merah putih milik salah satu warga sekitar.

“Mengetahui bahwa bendera diambil oleh anggota PSHT, warga tidak terima dan terjadi cekcok antara warga dan kelompok/anggota PSHT,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, Rabu (12/8/2020).

“Kejadian tersebut membuat anggota PSHT ini tidak terima dengan perlakuan warga, pada hari Senin dini hari sekira pukul 02.00 WIB, anggota PSHT dengan massa yang diperkirakan ratusan orang ini kembali dan melakukan penyerangan ke rumah warga dengan melempar batu serta melakukan pengerusakan barang milik warga diantaranya, rumah, kios serta mobil. Selain melakukan pengerusakan mereka juga melakukan penganiayaan terhadap warga sekitar,” jelasnya.

Awalnya, Polres Situbondo mendapat laporan warga adanya penganiayaan dan pengrusakan di sejumlah titik. Di antaranya Desa di Desa Kayuputih, Kecamatan Panji dan warga Desa Tribungan, Kecamatan Mangaran. “Atas laporan tersebut anggota menuju ke lokasi melakukan penyelidikan,” ucap Kapolres Situbondo AKBP Sugandi, Rabu siang (12/8/2020).

Kejadian tersebut, kata Sugandi, sedikitnya lima orang warga di Desa Kayu Putih mengalami luka-luka dan dilakukan perawatan ke Rumah Sakit Situbondo. Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya menangkap sembilan tersangka yang melakukan penganiayaan serta pengerusakan di Desa Kayu Putih, sedangkan dari Desa Tribungan sebanyak 36 orang tersangka. Sehingga ada 45 orang yang ditetapkan tersangka.

“Dari kejadian tersebut anggota melakukan penyelidikan dan mengamankan 45 orang dari perguruan PSHT. Dan sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” ungkap Kapolres.

Dalam rilis tersebut, selain Kabid Humas Polda Jatim bersama Direktur Reserse Kriminam Umum (Ditreskrimum) Kombes Pitra Andrias Ratulangie, Kabid Propam Polda Jatim Kombes Puji Hendro Wibowo dan didampingi Kapolres Situbondo AKBP Sugandi. (rin/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar