Hukum & Kriminal

4 Warga Kediri Jadi Korban Penipuan Jual-Beli Masker Fiktif

Kediri (beritajatim.com) – Kelangkaan stok masker dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mengeruk keuntungan dengan jalan menipu. Polresta Kediri menerima empat pengaduan dari korban penipuan masker.

Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana menjelaskan, modus pelaku menipu korban dengan berkedok sebagai penjual masker melalui media social (medsos). Pelaku juga menawarkan masker fiktif di jejaring facebook dan juga layanan whatsApp.

“Pelaku mempostif tawaran masker fiktif dalam jumlah banyak kepada korban. Konsumen yang tertarik kemudian membeli dengan sistem pembayaran transfer ke bank. Tetapi setelah uang diberikan, pelaku tidak kunjung mengirimkan masker kepada korban,” kata AKBP Miko Indraya.

Pelaku berdalih masker sedang tertahan di Bandara dan Bea Cukai. Sehingga pelaku tidak bisa mengirimkan masker tersebut kepada korban. Padahal, korban sudah mengirimkan sejumlah uang untuk transaksi pembelian.

Masih kata Kapolres, bahkan ada korban yang harus mengirimkan sejumlah uangnya untuk beberapa kali transaksi. Dari empat aduan yang diterima, korban penipuan alami kerugian hingga Rp 14 juta.

Kapolres siap memproses segala bentuk laporan tindak pidana, termasuk penipuan pembelian masker. Tetapi, dari empat orang yang mengadu, hingga kini belum melapor secara resmi. Pihak kepolisian tengah menunggu laporan mereka untuk proses penyelidikan dan penyidikan.

“Kalau laporan resmi kepada kami belum ada ya, cuman ada laporan secara lisan kepada kami ada empat orang. Namun kami telah mengambil langkah-langkah penyelidikan terkait kasus itu,” tegas Kapolres.

Polresta Kediri membentuk tim khusus pengungkapan kasus penipuan masker. Polisi juga menyelidiki ada dan tidaknya tindak penimbunan masker untuk keuntungan pribadi, seperti misalnya menjual kembali dengan harga mahal. [nm/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar