Hukum & Kriminal

Polsek Puncu Beri Sembako dan Motivasi

4 Warga Isoman di Puncu Kediri Sembuh dari Covid-19

Kediri (beritajatim.com) – Dukungan tak cuma lewat kata – kata, satu persatu warga di dua RT di Dusun Gadungan Timur, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri yang sedang menjalani isolasi mandiri, karena terkonfirmasi Covid-19 mendapatkan bantuan sembako dari petugas Polsek Puncu. Sembako ini diberikan guna mempercepat penyembuhan sekaligus memastikan ketahanan pangan pasien.

“Kesehatan tidak hanya sekedar fisik saja, tetapi juga terletak pada kekuatan mental dan keselarasan sosial. Makanya, yang kita berikan adalah motivasi dan perhatian agar para warga yang menjalani isolasi mandiri bisa segera sembuh,” kata Kapolsek Puncu AKP Bowo Wicaksono usai memantau dan memberikan sembako kepada warga.

Sebelumnya, 9 orang warga di wilayah ini terkonfirmasi positif covid-19, sehingga dua RT terpaksa dilakukan mikro lockdown. Penyebaran virus corona di kawasan itu, berawal dari sekeluarga yang baru melakukan hajatan laraman ke luar kota. Namun, mereka yang positif Covid-19 akhirnya memilih menjalani isolasi mandiri ri rumah, dengan alasan tanpa keluhan.

Kedatangan petugas juga untuk memastikan kesehatan masing-masing pasien. Pendekatan yang dilakukan ini diharapkan bisa menjadi terapi untuk mempercepat penyembuhan. Oleh karenanya, para tetangga sekitar juga diharapkan dapat memberikan perhatian yang sama kepada mereka.

“Kami mengecek kesehatan warga. Alhamdulillah mereka dalam keadaan sehat. Kami juga memberikan motivasi dan support kepada masyaraat agar segera sembuh dari penyakit Covid-19,” tambah mantan Kasubbag Humas Polres Kediri ini.

Penerapan karantina wilayah skala kecil di dua RT ini sudah berjalan selama 10 hari terakhir. Dari 9 orang warga yang semula terkonfirmasi positif Covid-19, empat diantaranya telah dinyatakan sembuh. Sementara itu, untuk mendukung isolasi mandiri warga, Satgas covid-19 mendirikan sebuah posko di lokasi.

Posko dijaga oleh para relawan dan juga petugas. Di posko dilengkapi dengan alat ukur suhu badan atau thermogun serta handsanitizer maupun semprotan disinfektan. Dengan adanya penjagaan tersebut, warga luar tidak bisa masuk ke kawasan karantina wilayah. Sementara warga setempat yang hendak keluar untuk kepentingan kerja, wajib melalui pengecekan terlebih dahulu.

“Kami berpesan agar selalu mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19. Kemudian kepada warga yang lingkungan terdampak pandemic, agar memberi support moril agar warga lainnya yang sakit bisa segera sembuh,” pesannya. [nm/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar