Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

4 Perempuan Kediri Jadi Korban Penipuan Kencan Online, Rp83 Juta Raib

Kediri (beritajatim.com) – Empat perempuan di Kota Kediri menjadi korban penipuan berkedok kencan online lewat aplikasi. Uang total Rp83 juta dari keempat korban raib dibawa lari pelaku yang sama.

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Tomy Prambana, mengatakan kasus ini tengah dalam penyelidikan. Pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk para korban.

Keempat korban melapor ke Polres Kediri Kota pada akhir Maret lalu. Dalam laporannya, mereka mengenal pelaku melalui media sosial lalu menjalin hubungan asmara.

Masing-masing korban terpikat karena rayuan gombal pelaku. Mereka mengaku pelaku pandai memainkan perasaan para korban melalui pendekatan psikologis serta agama.

Satu per satu korban sempat bertemu dengan pelaku di sebuah warung di Kelurahan Banjaran, Kota Kediri. Tetapi, mereka baru sadar jika menjalin cinta dengan orang yang sama setelah ditunjukkan foto pelaku saat melapor ke kantor polisi.

Dari hubungan asmara palsu singkat itu antara satu hingga dua minggu saja, pelaku berhasil menggasak uang milik para korban mencapai Rp 83 juta. Adapun modusnya, pelaku berpura-pura meminjam uang tersebut lalu menghilang dan tak bisa dihubungi.

“Modusnya sama, para korban dirayu-rayu. Kemudian bertemu, setelah itu diajak ngobrol dan pelaku meminjam sejumlah uang. Total kerugiannya sebesar Rp 83 juta dari seluruh korban,” lanjut AKP Tomy.

Keempat perempuan ini baru sadar menjadi korban penipuan, setelah tidak bisa menghubungi pelaku. Mereka akhirnya memilih melapor ke Polres Kediri Kota.

Dalam upaya mengungkap kasus ini, Polres Kediri Kota juga berkoordinasi dengan Tim Cyber Polda Jatim. Sebab, ada kemungkinan pelaku berkaitan erat dengan penipuan sama yang marak terjadi di berbagai daerah.

Belakangan ini, kasus tersebut viral di media sosial. Ada sejumlah pelaku penipuan dengan kedok cinta palsu melalui medsos dan aplikasi kencan dengan jumlah korban puluhaan orang. Selain menguras harta para korbannya, pelaku juga melakukan eksploitasi seksual dengan meminta foto dan video telanjang korban, kemudian melakukan pemerasan.

Hingga saat ini sedikitnya ada empat orang pelaku. Salah satunya berinsial FZ (31).

Dia dikabarkan berhasil memikat sembilan korbannya di Jawa Timur dan Jawa Tengah. FZ sendiri telah dilaporkan oleh para korbannya ke kantor polisi daerah masing-masing. [nm/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar