Hukum & Kriminal

4 Kali Sabet Pakai Celurit, Niat Hanya Melukai, Korban Ternyata Meninggal

Petugas saat melakukan gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (12/3/2021). Pelaku AH Bacok Pacar Istri Hingga Tewas.(Manik Priyo Prabowo)

Surabaya, (beritajatim.com) – “Dulu saat kerja TKI, dia (korban.red) sudah selingkuhi istri saya dan saya maafkan. Tapi ternyata selingkuh lagi hingga hamil dan rumahtangga saya hancur,” ujar AH (40).

Begitukah pengakuan pelaku pembacokan keji di Simojawar V/A Surabaya pada Rabu (10/3/2021) lalu. Pelaku berisinial AH, warga Sampang, Madura, ini tak terima lantaran rumahtangganya hancur karena D tak menghargai pemberian maafnya.

Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Ambuka Yudha Hardiputra menuturkan, AH ditangkap tak lebih dari 24 Jam usai membacok korban. Tepatnya Kamis (11/3/2021) kemarin saat AH berada di rumah. Meski AH mengaku tak ada niatan membunuh D, petugas tetap menerapkan pasal pembunuhan berencana.

“Awalnya gak ada niat membunuh. Hanya bacok saja. Tapi kasus ini terbilang membunuh juga,” terang Yudha kepada awak media saat gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (12/3/2021).

Menurut pengakuan pelaku, memang sang istri sudah cerai dengannya. Namun paska cerai tak lebih dari enam bulan mantan istrinya melahirkan. Pelaku pun menyimpulkan bahwa mereka terjadi perselingkuhan kedua. Padahal perselingkuhan pertama, tiga atau empat tahun lalu, sudah dimaafkan dan janji tak mengulangi.

Karena tak terima perselingkuhan ke dua antara mantan istri dan korban yang berujung perusakan rumahtangga, pelaku pun gelap mata dan pikiran. Dia mengambil langkah melukai. Tetapi ternyata korban meninggal.

“Katanya menikah, tapi tidak ada catatan dari negara, mungkin nikah siri. Tapi yang bikin khilaf pelaku itu istrinya melahirkan usai enam bulan cerai. Dan menurutnya itu bukan anak kandungnya,” lanjutnya.

Dalam penangkapan pelaku, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti dua sarung milik korban dan pelaku beserta celurit. Sedangkan korban dinyatakan meninggal karena terkena lebih dari empat kali sabetan. Di antaranya badan, paha, kaki dan tangan. Akibat ulahnya itu, AH dijerat Pasal 338 KUHP dan Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

“Yang bikin fatal korban kehabisan darah dan jarinya ada yang putus karena kena sabetan clurit. Kasus ini sudah dinyatakan selesai dan pelaku tunggal,” tandasnya. [man/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar