Hukum & Kriminal

321 Pelanggar Terjaring Operasi Yustisi di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 321 pelanggar terjaring Operasi Yustisi yang digelar tim gabungan lintas instansi di Pamekasan, dalam rangka mengantisipasi sekaligus mencegah penyebaran wabah virus corona, khususnya dalam sembilan hari terakhir, yakni sejak Senin (14/9/2020) lalu.

“Selama sembilan hari terakhir, kita sudah menjaring sebanyak 321 pelanggar. Meliputi sebanyak 134 pelanggar dikenakan sanksi sosial, serta sebanyak 187 pelanggar lainnya dikenakan sanksi denda,” kata Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol-PP Pamekasan, Yusuf Wibiseno, Kamis (24/9/2020).

Operasi yustisi dengan penindakan dilakukan berdasar Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 50 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, tertanggal 7 September 2020.

Sekaligus lanjutan dari Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat. Di mana dalam regulasi tersebut berisi seputar ajakan disiplin bagi masyarakat guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Dalam operasi ini terdapat dua jenis berbeda, yaitu jenis stationary berupa tim gabungan berada di satu tempat dan menertibkan warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Kedua jenis hunting yang bergerak menggunakan mobil patroli, sehingga masyarakat pelanggar protokol bisa saja terjaring operasi,” ungkapnya.

Bahkan pada awal operasi, terdata sebanyak 86 orang terjaring operasi. Sekalipun pada hari berikutnya angga pelanggar mulai menurun. “Jadi walaupun grafik pelanggaran cukup fluktuatif, namun pelanggar yang terjaring setiap harinya cenderung menurun,” jelasnya.

“Dalam artian bahwa sudah ada efek jera akibat adanya operasi yustisi ini, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan di tengah pendemi ini. Semisal menggunakan masker hingga mematuhi protokol kesehatan lainnya,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama meningkatkan sikap disiplin guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Termasuk bagi siswa dan wali siswa yang saat ini sudah memasuki proses pembelajaran tatap muka alias PTM.

“Jadi menggunakan masker itu wajib, karena dengan menggunakan masker kita semua akan terlindingi dari wabah ini. Seperti istilah maskerku melindungimu dan maskermu melindungiku,” sambung Pak Yusuf (sapaan akrab Yusuf Wibiseno).

Namun demikian pihaknya menegaskan operasi tersebut dilakukan bukan semata-mata untuk menakut-nakuti masyarakat, tetapi sebagai media edukasi tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan. “Jdi secara prinsip kegiatan ini sebagai upaya untuk mengajak sekaligus meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat,” pungkasnya. [pin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar