Hukum & Kriminal

300 Napi Lapas Kediri Jalani Asimilasi di Rumah

Kediri (beritajatim.com) – Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kediri membebaskan ratusan narapidana untuk menjalani asimilasi di rumah. Asimilasi di rumah tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).

Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Klas II A Kediri, I Putu Suwarsa menjelaskan, pembebasan bersyarat dan asimilasi bagi WBP Lapas Kediri, melalui program jntegrasi dalam rangka pencegahan penyebaran virus Covid-19. Mengingat, saat ini penyebaran virus tersebut sudah menyeluruh di Indonesia.

“Ini langsung arahan dari pusat, berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 10 Tahun 2020 dan Keputusan Menkumham (Kepmenkumham) Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020. Pelaksanaannya sudah dua hari sejak Kamis (2/4/2020) lalu dan rencananya sampai Selasa (7/4/2020) besok,” jelasnya.

Masih kata I Putu Suwarsa, Kamis kemarin ada 63 Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) yang dibebaskan. Sedangkan pada Jumat (3/4/2020) ini sebanyakan 113 WBP. Mereka yang bebas adalah napi atau warga binaan kasus pidana umum dengan ketentuan dan syaratan berlaku. Mereka sudah menjalani dua pertiga dari masa pidananya, tetap berkelakuan baik, dan bagi mereka yang tidak terkait PP 99 tahun 2012 serta tidak menjalani subsider.

“Mereka yang dibebaskan di luar tindak pidana narkotika, korupsi, dan terorisme. Misalnya, tentang perlindungan anak, kalau kasus pembunuhan sementara ini tidak ada yang masuk asimilasi atau bebas bersyarat. Mereka juga sudah mengantongi surat keputusan melanjutkan integrasi dan asimilasi di rumah, ” ujarnya.

Lapas Klas II A Kediri, rencananya membebaskan WBP kurang lebih 300 orang. Keputusan Menkumham ini bertujuan untuk penanggulangan penyebaran virus Covid-19, mengingat lingkungan Lapas rawan penyebaran Covid-19 ke area Lapas maupun rumah tahanan yang mayoritas over kapasitas.

“Kami memang tidak memungkiri bahwa WBP yang ada di Lapas sudah melebihi kapasitas, dan ini terjadi hampir di semua Lapas. Jadi, selama dua hari kami sudah membebaskan 182 WBP sehingga jumlah WBP saat ini berkisar 600-an. Untuk target dari pusat berkisar 300, tapi mungkin nanti akan ada 223 WBP yang bebas dan itu bisa kurang, karena saat ini proses pendataan terus berjalan,” imbuhnya.

Suwarsa mengatakan, Lapas Klas II AKediri terus berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah penyebaran virus corona dalam hunian maupun area Lapas. “Mulai dari penyemprotan rutin area dan pencegahan lainnya, seperti saat ini sudah tidak ada lagi kunjungan dari pihak keluarga. Tapi, jika mereka menitipkan barang, akan kami sampaikan. Kalau ingin berkomunikasi, kami sediakan layanan video call,” tegasnya. [nm/ted].





Apa Reaksi Anda?

Komentar