Hukum & Kriminal

3 Tahun Santriwati Jadi Budak Seks Pendiri Pondok Pesantren, Sejak Kelas 3 hingga 6 SD

Kediri (beritajatim.com) – Polres Kediri menangkap Mohammad Nukan seorang pimpinan salah satu pondok pesantren di wilayah Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. Pria 38 tahun tersebut terbukti mencabuli  santriwatinya sendiri. Perbuatan tak bermoral tersebut berlangsung selama tiga tahun terakhir.

Korban atas nama N A (12) siswi kelas 6 SD dari Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Adapun modus operandinya, pelaku mengancam korban. Setelah itu, pelaku mencabuli di kamar rumahnya.

“TKP-nya selalu dilakukan di kamar rumah pelaku. Sedangkan dari hasil keterangan korban bahwa pelaku telah melakukan perbuatan cabul tersebut semenjak korban duduk di bangku sekolah 3 SD,” kata Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono, Selasa (28/1/2020).

Perbuatan bejat pelaku terbongkar, setelah korban yang menceritakan perbuatan pelaku kepada temannya. Korban merasa sudah tidak kuat menjadi budak seks guru ngajinya tersebut selama tiga tahun.

Tak hanya kepada sahabatnya, korban juga bercerita kepada bibinya yang sekaligus ustadzah di pondok tersebut. Akhirnya bibi korban melaporkan kejadian itu ke kantor polisi.

“Setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit tersebut di situ diketahui jika kemaluan atau vagina milik pelaku telah rusak. Dari hasil visum dan sejumlah bukti pendukung lainnya, polisi pada akhirnya menetap pelaku sebagai tersangka,” ungkapnya.

Kini tersangka harus meringkuk di sel tahanan Polres Kediri. Dia dijerat undang-undang tentang perlindungan anak nomor 35 tahun 2014 dengan Pasal 81 junto Pasal 76 dengan hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun kurungan penjara.

Tersangka mengaku, tertarik dengan kecantikan korban. “Saya suka anaknya. Saat pulang sekolah, saya ajak ke kamar anaknya mau. Akhirnya terjadi perbuatan itu,” aku tersangka saat pres rilis. [nm/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar