Hukum & Kriminal

3 Poin Nota Kesepahaman PC PMII Mojokerto dengan Polresta Mojokerto

Silaturahim dan audiensi PC PMII Mojokerto dengan Kapolresta Mojokerto di Mapolresta Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Mojokerto menggelar silaturahim dan audiensi dengan Kapolresta Mojokerto, AKBP Dedy Supriyadi. Ada tiga poin yang dihasilkan dalam bentuk Nota Kesepahaman antara PC PMII Mojokerto dengan Polresta Mojokerto.

Ketua PC PMII Mojokerto, Ihwanul Qirom mengatakan, silaturahmi tersebut sekaligus bentuk solidaritas dari PMII Mojokerto menyampaikan, terkait dengan adanya insiden tindakan represif Polres Pamekasan terhadap sahabat PMII yang melakukan aksi unjuk rasa menolak pertambangan ilegal di Pamekasan.

“Kami berharap kejadian yang ada di Pamekasan jangan sampai terjadi di wilayah Mojokerto. Oleh karena itu, mari kita bersama bersinergi khususnya dalam pelaksanaan mengawal setiap aksi aksi kami dengan cara-cara yang damai, sehingga tercipta situasi yang kondusif di Mojokerto,” ungkapnya, Selasa (30/6/2020).

Masih kata Ihwanul, kedepan kegiatan PC PMII Mojokerto masih sangat banyak seperti kaderisasi dan kegiatan organisasi lainnya. Sehingga ia memohon dukungan dari Kapolresta Mojokerto yang baru karena kaderisasi dan kegiatan organisasi lainnya tersebut melibatkan orang banyak sedangkan kondisi saat ini masih pandemi Covid-19.

“Kami mohon untuk Bapak Kapolresta Mojokerto memberikan dispensasi atau kelonggaran untuk memberikan ijin kegiatan. Mengingat kami dalam waktu dekat memiliki agenda untuk melakukan kaderisasi yang akan dilakukan di Kecamatan wilayah Mojokerto,” katanya.

KORPRI PMII Mojokerto juga berharap adanya kolaborasi antara PC PMII Mojokerto dengan Polresta Mojokerto terkait permasalahan dan advokasi terhadap perempuan yang menjadi korban kekerasan. Menurutnya, PMII tercipta dari kondisi sosial yang kuat sehingga membentuk solidaritas tinggi.

“Di Indonesia saat ini ketika kami aksi bukan hanya untuk mengkritik pejabat namun tujuan kami juga untuk menunjukan kepada masyarakat cara demokrasi. Kurangnya pemahaman dari masyarakat menimbulkan stigma yang ditujukan kepada kami bahwa aksi kami hanyalah bentuk pencitraan serta adanya buzzer di media sosial menambah permasalahan tersebut,” ujarnya.

Kedepannya, lanjut Ihwanul, PC PMII Mojokerto menginginkan sinergi dengan kepolisian terkait publikasi kegiatan. Menurutnya, aksi yang dilakukan PMII selama ini merupakan media sosialisasi kepada masyarakat dan bagi PMII yang memiliki solidaritas yang kuat.

Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Mojokerto, AKBP Dedy Supriyadi mengatakan, Pemkot Mojokerto telah membuat peraturan terkait pembatasan aktifitas masyarakat yang berpotensi mengumpulkan massa. “Sehingga ini menjadi dilema bagi kami. Pembatasan aktifitas ditengah pandemi bertujuan untuk mencegah penyebaran virus,” tuturnya.

Terkait dengan peran perempuan, masih kata Kapolresta, di kepolisian leading sektornya ada di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim. Tentunya pihaknya berharap jika ada sahabat Korpri PMII Mojokerto memiliki formula atau trobosan bisa dikembangkan bersama.

“Namun perlu kita ketahui bersama bahwa di kepolisian terkait Unit PPA sifatnya lebih dominan ke tindakan represif berdasarkan laporan atau pengaduan dari pihak pelapor. Dalam Undang-undang sudah jelas disebutkan bahwa kemerdekaan penyampaian pendapat di muka umum,” urainya.

Menurutnya, selama pelaksanaan aksi atau audiensi, pihak kepolisian membutuhkan media sebagai wadah edukasi dan tentunya media tersebut sudah terverifikasi dengan Dewan Pers. Ke depan, Kapolresta berharap ada pembahasan bersama guna menyamakan persepsi dan narasi.

Di akhir silaturahim dan audiensi yang digelar di Mapolres Mojokerto, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman PC PMII Mojokerto bersama Polresta Mojokerto dalam rangka menciptakan situasi yang aman, sejuk dan kondusif khususnya di wilayah hukum Polresta Mojokerto Kota.

Ada tiga poin dalam penandatanganan Nota Kesepahaman PC PMII Mojokerto dengan Polresta Mojokerto yakni, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing secara profesional. PC PMII Mojokerto akan berkoordinasi secara continue dengan Polresta Mojokerto dalam setiap mengawal kegiatan aksi.

Polresta Mojokerto akan memberikan pelayanan terbaik dalam setiap mengawal aksi mahasiswa PMII dengan mengedepankan upaya preentif dan pendekatan emosional serta humanis. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar