Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

27 Dump Truk Kasus Illegal Mining di Gempol Disimpan Terpisah, Kejari Pasuruan: Tempatnya Nggak Cukup

Pasuruan (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan menyita 27 dump truk terkait kasus illegal mining dengan tersangka AT. Seluruh truk disimpan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan), Jalan Ir H Juanda No.03 Blandongan, Bugul Kidul, Kota Pasuruan.

Setelah ditelusuri, nyatanya hanya 11 dump truk yang berada di Rupbasan dan 16 truk lainnya masih belum diketahui. Hal ini dibenarkan Staf Rupbasan, Ali.

“Hanya 11 dam truk yang dititipkan ke sini dalam kasus tambang bulusari. Tapi untuk sisanya kita tidak mengetahuinya,” jelas Ali, Senin (26/9/2022).

Dihubungi terpisah, Kasi Intel Kejari Pasuruan, Jemmy Sandra mengatakan 16 truk sisa saat ini berada di Sidoarjo. Dia beralasan, Rupbasan tidak cukup untuk menampung 27 dump truk.

Jemmy juga mengatakan tersangka AT saat ini ditahan di Lapas Kota Pasuruan. “Sisa barang bukti kami taruh di gudang wilayah Sidoarjo,” jelas Jemmy.

Terkait hal ini, advokat dari LBH Surabaya, Soleh mengatakan kasus di Bulusari, Gempol, Kabupaten Pasuruan ini merupakan kejahatan yang luar biasa. Sehingga APH tidak bisa serta merta memakai istilah pinjam pakai.

“Kalau dipinjampakaikan berarti barang sitaan dikhawatirkan rusak. Tapi kalau hanya mobil saja ditaruh tidaklah masalah,” kata Soleh.

Seperti diketahui, Kejari Pasuruan telah memasukkan AT ke penjara pada Kamis (22/9/2022) malam. Bos tambang asal Surabaya ini dijerat pasal berlapis oleh Bareskrim Polri.

AT disangka melanggar Undang-undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Juga disangkakan melanggar UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang sebagaimana telah diubah dalam ketentuan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan ancaman 10 tahun penjara. [ada/beq]

Apa Reaksi Anda?

Komentar