Hukum & Kriminal

23 Ribu Pil Koplo Berlabel Vitamin B1 Diedarkan di Jombang

Petugas menunjukkan barang bukti pil koplo yang disita dari seorang bandar

Jombang (beritajatim.com) – Peredaran pil koplo di Jombang menggunakan modus baru. Pil jenis dobel L tersebut dikemas dalam plastik berlabel vitamin B1. Satu kantong plastik berisi 1000 pil koplo.

Modus tersebut terkuak setelah Satresnarkoba Polres Jombang membekuk seorang bandar berinisial FS (21), warga Jombang kota. “Dari tangan FS kita menyita 23 ribu butir pil koplo. Untuk mengelabuhi petugas, pada kemasan pil koplo tersebut diberi label vitamin B1,” kata Kasat Resnarkoba Polres Jombang AKP M Mukid, Rabu (13/2/2019).

Mukid menjelaskan, pelaku menjalankan aksinya sejak empat bulan terakhir. FS mengambil pil haram tersebur dari bandar besar yang ada di Surabaya. Saat transaksi dari bandar besar menggunakan sistem ranjau.

Pil Koplo berlabel vitamin B1 yang disita Polres Jombang

Yakni, pil koplo yang sudah dipesan tersebut ditaruh di tempat sampah yang ada di belakang sebuah mal. Selanjutnya, FS mengambil pil itu dan dibawa ke Jombang. Dari Jombang, pil jenis dobel L tersebut kemudian dijual ke pengecer.

“Selain diedarkan di Jombang sendiri, juga diambil oleh pengecer dari Kediri, Nganjuk, hingga Tulungagung. Sekali mengambil sekitar 10 ribu butir,” kata Mukid merinci.

Nah, sejak satu bulan terakhir, korps berseragam coklat mengendus bisnis haram itu. Hal tersebut bermula ketika petugas menangkap seorang pengedar. Dari pemeriksaan terungkap bahwa pil warna putih itu didapatkan dari FS.

Sejak itu perburuan terhadap FS dilakukan. Namun demikian, FS cukup licin mengindari sergapan polisi. Dia berpindah-pindah tempat saat transaksi. “Hingga akhirnya FS bisa kita bekuk saat melintas di sekitar Klenteng Jombang.

FS, lanjut Mukid, tertangkap dalam operasi operasi ‘Tumpas Narkoba Semeru 2019’ yang digelar selama 12 hari, mulai 26 Januari sampai 6 Februari 2019. Dalam kurun waktu tersebut polisi membekuk 48 tersangka dari 43 kasus. “Mulai kasus pil koplo, sabu-sabu, hingga minuman keras,” pungkas Mukid. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar